System Thinking (Berfikir System)


System Thinking merupakan sebuah pendekatan; dan pendekatan ini bisa digunakan untuk menguji kebenaran ilmiah maupun praktik di dalam penelitian. Contoh misalnya, buatlah suatu susunan urutan penelitian dengan menggunakan pendekatan diatas, sesuai dengan permasalahan yang akan diteliti untuk sebuah tesis.

Misalnya:

  1. Hubungan antara populasi dan kelahiran adalah sebuah link positif. Semakin banyak populasi akan menyebabkan semakin banyak kelahiran.
  2. Hubungan antara kelahiran dan populasi adalah sebuah link yang juga positif. Semakin banyak kelahiran akan menyebabkan semakin banyak populasi.
  3. Kedua link positif ini akan membentuk loop positif. Artinya penambahan pada salah satu variabel, baik populasi maupun kelahiran akan menyebabkan penambahan terus menerus pada dua variabel tersebut.
  4. Hubungan antara populasi dengan kematian adalah sebuah link positif. Semakin banyak populasi akan menyebabkan orang yang mati semakin banyak.
  5. Sebaliknya hubungan antara kematian dengan populasi adalah link negatif. Semakin banyak kematian maka jumlah populasi akan semakin menurun.
  6. Hubungan keseluruhan antara populasi dengan kematian membentuk loop negatif.

Pada umumnya penggunaan pendekatan system thinking menghasilkan beberapa alternatif pemecahan masalah atau sering disebut dengan policy scenario planning. Seluruh skenario tersebut akan sangat tinggi validitasnya apabila dilakukan dengan menggunakan system dynamic. Mengapa? Adakah alasan lain yang dapat dilakukan untuk menvalidasi penelitian dengan pendekatan system thinking?

Alasannya karena dengan menggunakan system dynamic, metode ini

  • Mampu merepresentasikan keterkaitan antar variabel-variabel yang dikaji dan mampu menggambarkan interaksi dari masing-masing sistem serta mensimulasikan perilaku sistem apabila dilakukan intervensi terhadap sistem tersebut.
  • Lebih menekankan pada tujuan peningkatan pemahaman tentang bagaimana perilaku dimunculkan oleh struktur eksisting, serta bagaimana implikasi-implikasi perilaku yang dimunculkan pada saat sebuah kebijakan diintervensikan ke dalam struktur eksisting.

Alasan lain:

  • Kita tahu bahwa interaksi yang terjadi di dalam sistem sepanjang waktu akan mempengaruhi keadaan unsur-unsur lain di dalam sistem, sehingga struktur suatu sistem (system structure) sangat ditentukan oleh pola hubungan diantara unsur-unsurnya, sedangkan batasan sistem (system boundary) akan membatasi/memisahkan sistem dengan lingkungannya.
  • Karena itu, maka perilaku sistem yang selalu dipengaruhi oleh strukturnya maka analisis sistem lebih banyak mempertimbangkan hubungan antar unsur (inter relasi) dalam sistem dibandingkan dengan detil input dan output data. Melalui pemodelan interelasi, maka analisis sistem akan mampu menjelaskan perubahan-perubahan dari masing-masing unsur sistem terhadap perubahan waktu. Disini kita punya banyak rencana skenario terhadap kebijakan apa yang nanti akan kita ambil. Dinamika perilaku suatu sistem sangat ditentukan oleh struktur umpan balik (feedback loops) yang menyatakan hubungan sebab akibat antar unsur bukan hubungan karena adanya korelasi-korelasi statistik saja.

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close