Sebuah industri pembuatan pembuatan textile ingin mengetahui hubungan antara Jumlah Aktiva Tetap, Hutang Jangka Panjang, dan Equity secara bersama-sama berpengaruh terhadap Kinerja Keuangan dilihat dari Profitabilitas Perusahaan. Data Hasil dari Laporan Keuangan Perusahaan didapatkan data sebagai berikut:

Pengaruh Aktiva Hutang Equitas terhadap Profitabilitas

Bagaimana analisisnya?

Untuk itu, sebelumnya harus faham dahulu apa itu regresi, regresi linier, regresi linier berganda, multikolinieritas, autokorelasi, statistik, pengujian Durbin-Watson, mana variable dependent-nya dan mana variable independent-nya.

Dengan menggunakan metode analisa statistik regresi bergandan (multiple regression) hasil penelitian didapat sebagai berikut:

Hasil Uji regresi Berganda

Dari output diatas diketahui:

  • R-square sebesar 81,5%
  • Variabel yang digunakan adalah X1 aktiva tetap, X2 hutang jangka panjang,  X3 ekuitas dengan F sebesar 3.955 dan p-Sig. = 0.072.
  • Dengan pengujian hipotesis maka:H0 = model regresi tidak layak digunakan, H1 = model regresi layak digunakan
  • α = 0.05
  • Daerah kritis. H0 ditolak jika p value < 0.05
  • Statistik Uji. P value = 0.072
  • Kesimpulan: karena p value > 0.05 maka H1 ditolak sehingga model regresi tidak layak digunakan.
  • Adapun model regresi yang diperoleh yaitu:Y = 329832997.865 – 0.008X1 – 0.103X2 + 0.138X3
  • Nilai Durbin-Watson adalah 1.075

Metode pengujian Durbin-Watson (uji DW) harus mengikuti ketentuan sebagai berikut:

  • Jika d lebih kecil dari dL atau lebih besar dari (4-dL) maka hopotesis nol ditolak, yang berarti terdapat autokorelasi.
  • Jika d terletak antara dU dan (4-dU), maka hipotesis nol diterima, yang berarti tidak ada autokorelasi.
  • Jika d terletak antara dL dan dU atau diantara (4-dU) dan (4-dL), maka tidak menghasilkan kesimpulan yang pasti.

Lampiran Tabel Durbin-Watson (DW) bisa dilihat disini.

Dari hasil output di atas didapat nilai DW yang dihasilkan dari model regresi adalah 1.075. Sedangkan dari tabel DW dengan signifikansi 0,05 dan jumlah data (n) = 10, seta k = 3 (k adalah jumlah variabel independen) diperoleh nilai dL sebesar 0.525 dan dU sebesar 2.016. Karena nilai DW (1,.075) berada pada daerah antara dL dan dU, maka tidak menghasilkan kesimpulan yang pasti atau berada di daerah keragu-raguan.

Catatan: Model regresi yang baik adalah regresi yang bebas dari autokorelasi atau tidak terjadi autokorelasi.

corelative

Hubungan Pengaruh (correlations)

Hipotesis:

  • H0 = tidak ada korelasi antara dua variabel
  • H1 = terdapat korelasi antara dua variabel

Kriteria:

Pengujian menggunakan uji dua sisi dengan tingkat signifikasi (α) 5% dengan demikian:

  • Jika Pvalue (Sig) > 0,025 maka H0 diterima
  • Jika Pvalue (Sig) < 0,025 maka H0 ditolak

Hasil Uji:

  • Profitabilitas → Aktiva Tetap, Pvalue (Sig = 0.380) > 0.05, maka H0 diterima
  • Profitabilitas → Hutang Jangka Panjang, Pvalue (Sig = 0.889) > 0.05, maka H0 diterima
  • Profitabilitas → Ekuitas, Pvalue (Sig = 0.191) > 0.05, maka H0 diterima
  • Aktiva Tetap → Hutang Jangka Panjang, Pvalue (Sig = 0.244) > 0.05, maka H0 diterima
  • Aktiva Tetap → Ekuitas, Pvalue (Sig = 0.899) > 0.05, maka H0 diterima
  • Hutang Jangka Panjang → Ekuitas, Pvalue (Sig = 0.006) < 0.05, maka H0 ditolak

Kesimpulan:

  • Korelasi Aktiva Tetap → Profitabilitas : tidak ada
  • Korelasi Hutang Jangka Panjang → Profitabilitas : tidak ada
  • Korelasi Ekuitas → Profitabilitas  : tidak ada
  • Korelasi Hutang Jangka Panjang → Aktiva Tetap: tidak ada
  • Korelasi Ekuitas → Hutang Jangka Panjang : tidak ada
  • Korelasi Hutang Jangka Panjang → Ekuitas: ada