Dilakukan sebuah penelitian untuk mengetahui apakah ada pengaruh perbedaan dosen pengajar terhadap nilai mata kuliah mahasiswa, misalnya mata kuliah menggambar teknik. Terdapat 3 dosen pengajar mata kuliah yang sama (namanya dosen 1, dosen 2, dan dosen 3). Dalam kenyataannya, terdapat faktor lain yang mempengaruhi mahasiswa, misalnya IQ-nya Mahasiswa. Bener nggak sih ada pengaruhnya? Nah, datanya sepetrti tabel dibawah ini:

Pengaruh Dosen & IQ pada Nilai MHS

Bagaimana cara teknis analisisnya?

Disini kita memerlukan Analysis of Covariance atau sering disebut dengan Anacova. Teknik analisis sangat berguna untuk meningkatkan presisi sebuah percobaan, karena didalamnya dilakukan pengaturan terhadap pengaruh peubah bebas lain yang tidak terkontrol (Joko Sulistyo, 2011). Anacova digunakan jika peubah bebasnya mencakup peubah kuantitatif dan kualitatif.

Langkah Pengujian:

  • Definisikan variable dan masukkan data ke SPSS (version 23)
  • Pilih menu Analyze → General Linier Model → Univariate
  • Masukkan variabel Nilai ke Dependent Variable, variabel Dosen ke Fixed Factor(s), dan IQ ke Covariate seperti screen dibawah ini

Anacova-Univariate

  • Tekan/Click OK

Hasil Outputnya:

Hasil Univariate Analysis of Variance

Uji Hipotesis I:

  1. H0 = Tidak terdapat hubungan antara IQ dan nilai Mahasiswa.H1 = Terdapat hubungan antara IQ dan nilai Mahasiswa
  2. α = 0.05
  3. Daerah kritis. H0 ditolak jika p value (Sig.) < 0.05
  4. Statistik Uji. Hasil p value (Sig.) = 0.000
  5. Kesimpulan: Karena p value (Sig.) < 0.05 maka Hditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara IQ dengan nilai Mahasisswa. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa asumsi Anacova telah terpenuhi.

Uji Hipotesis II:

  1. H0 = Tidak terdapat hubungan antara Dosen Pengajar dan nilai Mahasiswa.H1 = Terdapat hubungan antara Dosen Pengajar dan nilai Mahasiswa
  2. α = 0.05
  3. Daerah kritis. H0 ditolak jika p value (Sig.) < 0.05
  4. Statistik Uji. Hasil p value (Sig.) = 0.024
  5. Kesimpulan: Karena p value (Sig.) < 0.05 maka Hditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara Dosen Pengajar dengan nilai Mahasisswa.

Uji Hipotesis III:

  1. H0 = Tidak terdapat hubungan antara IQ dan Dosen terhadap nilai Mahasiswa.H1 = Terdapat hubungan antara IQ dan Dosen terhadap nilai Mahasiswa
  2. α = 0.05
  3. Daerah kritis. H0 ditolak jika p value (Sig. Corrected Model) < 0.05
  4. Statistik Uji. Hasil p value (Sig. Corrected Model) = 0.000
  5. Kesimpulan: Karena p value (Sig. Corrected Model) < 0.05 maka Hditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh IQ dan Dosen terhadap nilai Mahasisswa.

Data Materi silahkan download disini.

Sumber: Joko Sulistyo Si., 6 hari Jago SPSS 17, Penerbit Cakrawala, 2011, Jakarta