Perencanaan Bisnis merupakan alat yang sangat penting bagi pengusaha maupun pengambil keputusan kebijakan perusahaan. Tujuan perencanaan bisnis adalah agar kegiatan bisnis yang akan dijalankanan maupun yang sedang berjalan tetap berda dalam jalur yang benat sesuai dengan yang direncanakan. Perencanaan bisnis juaga merupakan pedoman untuk mempertajam rencana rencana yang diharapkan, karena didalam perencanaan bisnis kita dapat mengetahui posisi perusahaan kita saat ini, arah tujuan perusahaan, dan cara mencapai sasaran yang ingin kita capai. Perencanaan bisnis yang baik harus memuat tahap-tahap yang harus dilakukan untuk memaksimalkan peluang keberhasilan.

Perencanaan bisnis juga dapat dipakai sebagai alat untuk mencari dana dari pihak ketiga, seperti pihak perbankan, investor, lembaga keuangan, dan sebagainya. Bantuan dana yang dikperlukan tersebut dapat berupa bantuan dana jangka pendek untuk modal kerja maupun jangka panjang untuk perluasan atau biaya investasi.

Setaip rencana bisnis memliki karakteristik yang berbeda-beda. Perencana bisnis harus dapat menangkap faktor-faktor apa saja yang dimiliki oleh perusahaan tersebut sehingga penggunanaanya dapat dioptimalkan. Selain itu perencana bisnis dapat membuat kerangka pengendalian faktor-faktor keberhasilan, sehingga kinerja actual perushaan dapat dievaluasi secara terus menerus untuk menuju ke arah yang lebih baik.

Empat hal penting yang harus ada dalam perencanaan bisnis adalah:

  1. Penjelasan mengenai bisnis yang sedang digeluti dan rencana yang bersifat strategis
  2. Rencana pemasaran
  3. Rencana manajemen mengenai keuangan, dan
  4. Rencana manajemen secara operasional

Rencana yang bersift strategis merupakan prasyarat yang sangat penting untuk memenangkan persaingan (Lewis, 1982). Persoalannya adalah bagaimana cara bersaing? Faktor-faktor apa yang menentukan persaingan?

Faktor yang menentukan persaingan dipengaruhi oleh:

  1. Faktor sensitivitas harga
  2. Faktor product mystique, yakni persepsi yang berbeda terhadap produk-produk yang ditawarkan oleh pesaing.

Hubungan antara dua faktor tersebut dapat digambarkan dalam bentuk diagaram seperti dibawah ini:

Diagram 1.  Matrik Penentuan Strategi
Diagram 1. Matrik Penentuan Strategi

Strategi Komoditi artinya tetap berfokus pada volume atau market share yang ingin dipertahankan dengan cara menurunkan biaya. Strategi transisional artinya tetap berfokus pada kualitas produk sehingga konsumen menjadi kurang sensistif terhadap harga. Usahakan peningkatan secara terus menerus kualitas produk yang dihasilkan untuk menciptakan keunggulan bersaing. Strategi Hybrid artinya hindari perang harga-kita bicara mengenai kelebihan-kelebihan produk yang ditawarkan sesuai dengan kemampuan pembiayaan perusahaan. Strategi specialty artinya tetap berfokus pada persepsi dan nilai yang diberikan kepada produk tersebut.

Di dalam membuat perencanaan bisnis, kita perlu mengetahui posisi nilai produk yang kita hasilkan. Posisi nilai disini adalah rasio relatif terhadap kualitas dan harga. Artinya adanya peningkatan terhadap nilai suatu produk dapat meningkatkan prospek dan peluang bisnis kita dalam merebut peluang pasar. Hubungan relatif antara kualitas dan harga secara mendetail dapat dilihat dalam diagaram berikut:

Diagram 2. Matrik Hubungan Relatif antara Kualitas dan Harga
Diagram 2. Matrik Hubungan Relatif antara Kualitas dan Harga

Selain faktor kulaitas dan harga (Walker, 1982), faktor-faktor yang mempengaruhi suskes bisnis kita dipengaruhi oleh strategi yang kita jalankan: apakah kita ingin menjadi pionir atau pengekor.

Perusahaan pioneer memiliki kesempatan sukses jangka panjang untuk merebut kepemimpinan pangsa pasar sehingga ia dapat memperoleh profitabilitas tinggi. Hal ini tercapai apabila:

  1. Produk yang dihasilkan terlindung dari pesaing, misalnya dengan adanya paten, teknologi atau proses produksi yang sangat spesifik atau yang memerlukan investasi sangat besar.
  2. Perusahaan memiliki keunggulan di bidang potensi sumber daya manusia, sehingga ia dapat menciptakan temuan-temuan yang spektakuler, baik di dalam hal perangkat lunak maupun teknologi yang digunakan. Dan keunggulan dibandingkan pesaing tersebut dapat dipertahankan.

Contoh:

  1. Polaroid, pionir dengan keunggulan teknologi di bidang instant photography. Kesalahan perushaan in adalah terlalu fokus pada instant photography dan tidak mengembangkan teknologi lainya atau tidak melakukan pengembangan produk yang berbobot lainnya. Akibatnya, pada tahun 90-an, keunggulannya menurun dengan munculnya produk baru dengan teknologi yang lebih baru, yaitu video recorder dan kamera digital.
  2. Mc Donald’s, pionir yang sukses dengan mengembangkan citra keunggulannya, yaitu system waralaba (franchise system) restoran hamburger. Perusahaan ini mengalamai perkembangan yang sangat pesat dibidang distribusi dan investasi minimum. Perkembangan tersebut diikuti dengan pengendalian kualitas serta biaya yang relative murah, iklan yang gencar, dan ekspansi product line. Tujuannya adalah merebut specific segement market (seperti egg Mc Muffin untuk sarapan pagi dan salad untuk yang diet). Akibatnya, perushaan ini meraih lebih 40% pangsa pasar disektor fast food hamburger industry, jauh melebihi pesaingnya: Burger King.

Sebaliknya, pengekor juga dapat meraih sukses jika tidak ada hambatan dibidang peraturan, teknologi, dan keuangan. Misalnya IBM yang mengalami masalah di industry PC. Perusahaan ini adalah pionir dengan produk berkualitas sangat tinggi dan didukung oleh system jaringan perangkat lunak, iklan, kekuatan penjualan, dan reputasi customer service yang sangat baik. IBM dapat menguasai lebih dari separuh pasar PC dunia. Namun saat ini pangsa pasarnya merosot drastic akibat masuknya PC yang murah dan compatible dengan IBM.

Dengan demikian perusahaan pionir dapat unggul kalau didukung dengan unsur-unsur strategi pemasaran seperti:

  1. Skala Produksi Besar (Large Entry Scale)

Perusahaan pionir yang sukse memiliki kapasitas yang sangat besar atau dapat melakukan ekspansi secara cepat untuk merebut strategi pasar secara massal. Dengan kata lain, perushaan dapat memperluas volume produksinya secara cepat dan memperoleh keuntungan dan pengaruh kurva pengalaman (learning curve) sebelum pesaing utamanya muncul.

  1. Lini Produk yang diperluas (Brand Product Line)

Perusahaan pionir dapat menjadi perusahaan yang sukses apabila perushaan ini dapat secara cepat menambah perluasan lini produknya untuk memenuhi segmen pasar secara spesifik.

  1. Kualitas produk yang tinggi (Hight Product Quality)

Perusahaan pionir dapat meraih sukses apabila ia dapat menarwakan kualitas produk yang sangat tinggi dengan desain yang menarik sejak awal, sehingga dapat menghambat lajunya pesaing. Pengendalian kualitas yang tinggi sebelum dipasarkan adalah faktor-faktor yang sangat menentukan suskesnya perusahaan ini.

  1. Iklan yang gencar

Perusahan pionir dapat selalu sukses apabila ia menganggarkan biaya iklan dan promosi yang besar dibandingkan persentase penjualan. Promosi dapat menciptakan awareness dan mengkomunikasikan keunggulan-keunggulan kategori produk utama. Akibat volume penjualan akan meningkat besar dan biaya produksi jadi menurun. Selanjutnya promosi ini dapat membangun permintaan yang selektif untuk merek-merek unggulan yang menciptakan loyalitas dan rensi yang lebih baik.

Kelanjutan dari pengembilan keputusan yang besrifat strategis sebagaimana disebutkan di atas adalah menentukan cara agar keputusan-keputusan yang bersifat strategis tersebut dapat didukung oleh faktor pendanaan yang terencana dan baik. Untuk itu perlu dilakukan serangkaian kegiatan analisis investasi untuk pengambilan keputusan investasi yang bersifat startegis.

Ada beberapa hal yang menyebabkan pengambilan keputusan tersebut menjadi sulit, yaitu:

  1. Pada umumnya tujuan perusahaan adalah untuk memaksimalkan keuntungan untuk pemegang saham.
  2. Pasar modal sudah berperan sangat effisien., Dengan kata lain, investor memiliki akses yang sangat besar dan bebas ke dalam pasar dengan seperangkat pengetahuan yang memadai. Biaya transaksi menjadi nol dan setiap orang tidak dapat memengaruhi terbentuknya harga. Pasar modal yang sangat efisien memungkinkan setiap orang meminjam atau meminjamkan uang. Hal ini menyebabkan setiap orang bebas untuk menentukan apakah ia ingin menarik modal atau menanam modal.

Pada kenyataannya, di dalam ekonomi, tidak satu pun bentuk pasar yang bekerja dengan sangat sempurna. Berdasarkan studi empiris yang telah banyak dilakukan, belum ada satupun hasil yang menunjukkan hipotesis bahwa pasar modal bekerja dengan efisien. Karena kondisi pasar tidak benar-benar sempurna, maka kita sangat memerlukan strategi yang dapat mengantisipasi pasar yang bekerja tidak sempurna dan situasi yang tidak menentu. Karena itu, perlu memahami terjadinya perubahan pasar dengan melakukan upaya-upaya antara lain peramalan, perubahan perencanaan, dan alokasi sumber daya.

Perencanaan bisnis sangat memerlukan analisis perubahan tersebut. Pengambulan keputusan bisnis tidak hanya ditentukan oleh pemegang saham, tetapi juga banyak dipengaruhi oleh pemberi pinjaman dana (landers), pekerja, pemasok, pesaing, pemerintah, dan masyarakat, sehingga tujuan dan strategi yang konsisten dengan semua kepentingan tersebut sangat diperlukan. Pemasok, pesaing, dan pelanggan secara bersama-sama menentukan produk dan pasar yang akan dihasilkan. Perusahaan dengan demikian harus memiliki kemampuan untuk tetap bertahan, sehingga ia memerlukan pengelolaan bisnis, seperti segmentasi, targeting, dan positioning suatu produk. Semuanya memainkan peran sangat penting bagi persuahaan.

Penciptaan keunggulan dan keunggulan bersaing memegang peran yang sangat penting bagi semua pihak, sehingga perusahaan dapat bertahan dan berkembang. Semua tujuan yang diterapkan oleh perusahaan hendaknya harus mempertimbangkan semua kepentingan tersebut. Dengan demikian, perencanaan bisnis merupakan kegiatan multi-dimensional. Tekanannya pada pertumbuhan, keuntungan, dan aliran dana yang lancar, bukan hanya maksimalisasi, untuk menciptakan dominasi pasar dan tingkat keberhasilan yang tinggi.

Bibliography:

  • Lewis, W. Walker. (1982). Strategic Marketing Planning. Chicago: American Marketing Association Educators Conference.
  • Walker, Orvillec. (1982). Marketing Strategy: Planning adn Implementation. Irwin: Homewood.