Analisa finansial diperlukan untuk menghindari kegagalan setelah proyek dilakukan sehingga hambatan dan resiko yang mungkin timbul di masa yang akan datang dapat diminimalkan karena keadaan yang akan datang penuh dengan ketidakpastian. Pendekatan fuzzy merupakan salah satu metode untuk mengkaji ketidakpastian tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengkaji indikator kelayakan finansial /uzzy, menyusun model kelayakan finansial fuzzy dan mengimplementasikan model kelayakan nnansial fuzzy pada industri bioethanol sebagai salah satu produk derivat tebu. Fuzzy Investment Model disusun dengan indikator kelayakan yang dikaji adalah NPV fuzzy, IRR fuzzy dan B/C Ratio fuzzy dan harga bahan baku, harga jual, dan suku bunga sebagai variabel yang difuzzikan dengan representasi Triangular Fuzzy Number (TFN). Informasi kelayakan Fuzzy Investment Model dikategorikan dalam 4 kategori yaitu tidak layak, cukup layak, layak, dan sangat layak. Validasi model dilakukan dengan membandingkan hasil keluaran metode fuzzy dengan metode konvensional. Hasil verifikasi model pada industri bioethanol dengan menggunakan metode fuzzy menunjukkan bahwa industri ini layak untuk dikembangkan dengan asumsi umur proyek x tahun, dengan hasil analisa sebagai berikut: NPV dengan nilai Rp x milyar, B/C Ratio dengan nilai x,y dan IRR dengan nilai x persen. Pada trend yang searah, hasil penghitungan dengan metode fuzzy biasanya berbeda dengan hasil perhitungan dengan metode konvensional.