Menghitung BBM Kapal Laut


Dari Lecture on ship design and ship theory, Herald Peolhs, berat bahan bakar ditentukan sebagai berikut:

Wfo = (Pme.bme) x S/VS x 10^-6  x ζ

Dimana :

Pme = BHP motor induk= 100 hp

bme = fuel oil Consumption = 22 L/hr

S = Radius pelayaran = 55,76 sea mill

Vs = Kecepatan kapal = 6 knot

ζ = harga tambahan (sisa tangki yang tidak bisa disedot, cadangan yang tidak bisa di sedot dan waktu tunggu).

= 1,1 ~ 1,3 diambil 1,2

Maka,

Wfo= (100 x 22) x (55,76/6) x 10^-6 x 1,2

= 0,0245 ton

γdo = 0,85 ton/m3

maka volume tangki bahan bakar adalah:

Vfo = Wfo/ γdo

= 0,0245/0,85

= 0,02886 m3

= 28,86 Liter

dibulatkan menjadi 29 Liter

Berat bahan bakar motor bantu ditentukan dengan rumus pendekatan (Marine Design Outfitting Machinery) yaitu:

Wae = (0,1~0,2) x Wfo diambil

0,16

= 0,16 x 0,0245

= 0,0039 ton

Vae = 0,0039 x 0,85

= 0,0046 m3 atau = 4,6 Liter

=> (4,6 ltr/9,29 jam)/24 jam

=> 11,93 liter/hari

=> 11,93 x 3 = 35,77 liter/trip

atau = 36 Liter/trip

Total kebutuhan bahan bakar

= Vfo + Vae

= 29 liter /trip + 36 liter/trip

= 65 liter/trip

= 65/3 = 21,7 liter/hari ᴝ 22 liter/hari

Jadi kebutuhan bahan bakar = 22 liter/hari. Jika harga solar Rp.4500,-/liter, maka kebutuhan bahan bakar untuk 1 trip = Rp.297.000,-

Iklan

61 pemikiran pada “Menghitung BBM Kapal Laut

      1. m’f bas sy pikir secara logika terjadi kontradiktif klu di perhatikan antara pemakaian bbm motor induk dan motor bantu. masa motor bantu lebih besar pemakaianx dari pada motor induk ?. klu boleh sy koreksi pemakaian bbm : vfo=29 ltr. vae=3 kali 4.6=13.8 ltr. jadi ttl pemakaian bbm =42.8 ltr.(itu klu motor bantu hidup ketigax).

        Suka

  1. Haries

    Pak minta bantuannya.
    Jika bunker consumption sudah diketahui berdasarkan laporan kapten kapal. Pertanyaannya:

    1. Bagaimana memastikan bahwa perhitungan itu akurat, apakah ada rumus perhitungan yang baku untuk menghitung konsumsi bahan bakar?
    Apakah
    2. Apakah ada standar baku atau pendekatan keakuratan dengan perhitungan konsumsi per hari dengan konsumsi per jarak?

    Suka

    1. Buat Mas Haries;

      1) Menghitung secara akurat barang berupa cairan seperti BBM diatas kapal yang selalu bergerak tidaklah mudah jika itu dilakukan secara manual. Rumus perhitungganya bisa jadi berbeda-beda untuk menghitung konsumsi Bahan Bakar Kapal.

      2) Standar Baku untuk perhitungan konsumsi per hari dengan konsumsi per jarak tidak bisa dilakukan, karena Kapal berjalan juga tergantung cuaca. Jika cuaca baik, kapten kapal bisa insturksikan KKM untuk merendahkan RPM agar dapat menghemat BBM, namun jika laut dalam keadaan alun (misalnya) sudah pasti running mesin kapal akan berbeda.

      ada banyak faktor yang mempengaruhi konsumsi BBM pada mesin kapal.
      karena itu jika ingin memastikan fuel kapal perhitungganya “akurat” dalam arti bisa dimonitor dan dikontrol, maka kapal tersebut sudah pasti harus sudah disiapkan sejak semula untuk kondisi “akurat” tersebut. Misalnya:

      a) Ada flow sensor
      b) Ada RPM monitor
      c) Ada GPS
      d) Dibuatlah Fuel Monitoring System, yang menerima masukan dari point a,b, dan c, kemudian memberikan laporan informasinya.

      Saya kira itu yang lebih akurat.

      Contohnya:
      Model Fuel Engine Monitoring System

      Model Voyage Data Logging pada System

      Suka

      1. Haries

        Noted Pak,
        Saya menemui kondisi sebagai berikut:
        1. Terlihat konsumsi bahan bakar stabil (per hari atau per bulan) misal bulan 1 konsumsi 10 MT, bulan ke 2 konsumsi 10,2 MT
        2. Namun jarak yang ditempuh pada bulan 1 adalah 100 NM dan bulan ke 2 adalah 150 NM

        saya melihat perhitungan tersebut tidak mencerminkan keadaan yang sebenernya. oleh karena itu, saya mencoba berdiskusi dengan pak Burhanuddin mengenai hal ini. apakah memungkinkan atau adanya formula standard yang bisa dipakai untuk mendekati kondisi sebenarnya.

        thanks pak sebelumnya

        Suka

      2. Oww… seperti itu.
        Bisa juga sih dimodelkan dulu dengan pendekatan statistik.

        Misalnya:

        a) Kumpulkan data pengamatan/laporan dari kapten (1 hari berapa ton)
        b) Tes Kecukupan datanya (ada itu formulanya, dimana komponen-nya terdiri dari tingkat keyakinan data 95% atau 99%, derajat ketelitian, jumlah pengataman, untuk mengetahui jumlah data teoritis atau data sudah cukup)
        c) Bikin analisa keseragaman datanya, supaya tahu batas kontrol atasnya dan batas kontrol bawahnya (standar deviasi). misalnya 1 bulan rata-rata 10 Ton per 100NM eh bulan lain 10 per 150 NM, itu bisa diketahui deviasinya, kalau terlalu jauh disebut sebagai data pencilan, harus diverifikasi dulu, karena tidak bisa digunakan untuk menghitung rumus bakunya.
        d) Buat penyesuaian kelonggaran, misalnya karena faktor alam, cuaca, dan lain-lain

        baru rumus bakunya bisa dibuat dengan persama:

        persamaan baku = [persamaan analisa x RF] x [100 / (100 – A)

        dimana:

        RF = performance rating / rating factor
        A = Kelonggaran (allowance, misalnya dikasih berapa % more & less fuel hilang)

        [persamaan analisa yang kita dapat x RF] itu kita sebut sebagai persamaan atau formula normal dari kasus Mas Haris.

        Mungkin itu metode pendekatannya.

        Suka

      1. rian

        thanks bas. Infonya. Sangat bermanfaat buat saya.
        .
        Aku mau nanya lagi ni bas. Bisa gak satuan hp di bawa ke kw. Misalnya 1HP = …… KW ?? Mohon bantuannya

        Suka

      2. iwan

        Mau tanya bass
        Kapal dengan mesin mitsubishi hp 650 x2, rpm terpakai 1000, rpm max 1200, tahun pembuatan 2007, berapa pemakaian bbm perjam nya?
        Terimakasih

        Suka

  2. dhery

    Noted Pak,
    Saya menemui kondisi sebagai berikut:
    1. Salah Satu Kapal Isap Produksi, dengan 8 mesin terintegrasi,.
    2. untuk pencatatan konsumsi setiap mesin, sudah dilakukan perhitungan sedemikian rupa (Hp, Rpm, Solar L/h)

    saya melihat perhitungan tersebut tidak mencerminkan keadaan yang sebenernya. oleh karena itu, saya mencoba berdiskusi dengan pak Burhanuddin mengenai hal ini. apakah memungkinkan atau adanya formula standard yang bisa dipakai untuk mendekati kondisi sebenarnya. (merujuk pertanyaan mas haries ^^)

    saya punya data konsumsi setiap mesin setiap shift kerja selama 3 bulan,.
    saya ingin menganalisis tingkat konsumsi bahan bakarnya terhadap perolehan produksi Kapal Isap Produksi tersebut.
    mohon pencerahannya Pak
    thanks pak sebelumnya :)

    Suka

  3. dikdik sadikin

    Salam kenal,mau tanya mesin kapal 2060 KW,specific fuel consumption 205 g/ kwh dengan density hsd 0.830,Rpm mesin 435,terimakasih atas bantuannya.

    Suka

    1. BBM = (HP x Epk/h x BJ x RPM) / max RPM
      Epk/h untuk mesin baru kira-kira sama dengan 0,140 kg
      Epk/h untuk mesin lama kira-kira sama dengan 0,160 kg

      Dimana
      2060 KW dirubah dulu jadi HP
      BJ bahan bakar = 0,830
      RPM sudah diketahu 435
      Maksimum RPM-nya berepa? tinggal masukkan sebagai pembagi.

      Suka

  4. Santi

    Salam kenal Pak,

    Saya mau menghitung konsumsi BBM untuk kapal yang memiliki Main Engine 14847 HP dan Auxilliary Engine 1274 HP dengan kecepatan 15 knot dan jarak 1.391 Km. Lalu ada data konsumsi bbm per hari adalah ME 20 M3/Day dan AE 3 M3/Day

    Bantu hitung dong Pak, saya sudah hitung dengan total konsumsi bbm 24.160 liter/trip apakah benar ?

    Dari hasil googling saya lagi terdapat rumus untuk konsumsi BBM sebagai berikut :
    Radius pelayaran x ((98 % x HP Main Engine) + (20 % x HP AE) x Koefisien Bahan Bakar (0.17-0.185 kg/EHP/Jam) dibagi dengan Kecepatan dikali 1000/

    Selain itu ada pula rumus yang mirip dengan rumus Bapak, namun saya mendapatkan total konsumsi yang lebih besar yaitu 326.026 liter/trip dengan rumus :

    Konsumsi bahan bakar untuk ME : (Pbme.bme + Pae.bae) S/V.10^-6.Add

    Sedangkan Konsumsi Bahan Bakar untuk AE = (Pae.bme).wp.10^-6

    Mohon pencerahannya Pak, mengapa dari ketiga rumus tersebut, berbeda jauh besaran konsumsinya.

    Trims

    Suka

    1. kalau sudah diketahui konsumsi BBM malah lebih mudah nuu ngitungnya…

      Jarak Termpuh 1391 Km atau sekitar 751 NM
      Speed = 15 knot

      Waktu Tempuh = 751 NM/15 knot = 50 Jam

      Data Fuel Consumption:
      Main Engine = 20 M3/Day atau 20.000 liter per 24 jam atau 958.33 liter per jam
      Aux. Engine = 3 M3/Day atau 3000 liter per 24 jam atau 125 liter per jam

      Ditanyakan Total Konsumsi BBM kapal tersebut?

      Jawab:
      Main Engine = 958.33 liter per Jam
      Aux. Engine = 125.00 liter per jam
      Total Fuel Consumption Main Engine + Aux Engine = 1083.33 liter per jam

      Waktu Tempuh untuk jarak 1391 km adalah 50 jam, maka=
      1083.33 liter per jam x 50 jam = 54.166,6 liter atau sekitar 54.166 M3
      atau sekitar 46 Ton BBM (BJ 0.85 misalnya)

      Kalau hasilnya 326.026 liter/trip tidak mungkin
      Apalagi hasilnya 24.160 liter/trip tidak mungkin

      Sebab:
      Horse Power kapalnya besar 14847 HP…
      Andaikan Aux. Enginenya dimatikan juga tidak mungkin segitu.

      Salam

      Suka

  5. assalamualaikum
    sudah dua kali saya temui mesin kapal dengan trouble yang sama, tapi sampai sekarang saya belum mendapatkan hasil dan jawaban yang memuaskan.
    pertama pada mesin yanmar dengan HP 2000 dan yang kedua pada mesin caterpillar dengan HP yang sama.
    trouble yang saya temui kedua-dua nya sama yaitu overheating sampai air pada cooler pendingin menyembur keluar dari cooler pendingin, selain itu saking terlampau panas kamar mesin di penuhi dengan kepulan asap seperti sauna.
    pada kejadian itu kami sudah mencoba kemungkinan2 yang menjadi penyebabnya, mulailah kami memeriksa seluruh komponen pendingin seperti pengurasan dan pembersihan cooler radiator, pembersihan cooler air laut, pemeriksaan pompa pendingin air laut, pemeriksaan thermostat.
    setelah kami test dan kami amati sirkulasi bagus, air pembuangan dari mesin lancar.
    tetapi setelah mesin bekerja sekitar 2 jam dengan rpm 1000-1100 maka air pendingin lagi-lagi menyembur seperti semula.
    mohon bantuannya pak…
    1. apa penyebab terjadinya semburan air dan kenapa cepat sekali temperatur naik dengan rpm segitu sedangkan air pembuangan lancar?
    2. bagaimana tidakan terbaik untuk mengatasi trouble tersebut, sehingga semua itu bisa teratasi dan suhu temperatur engine menjadi normal?
    mohon pencerahan nya pak. terimakasih

    Suka

    1. 1. sebabnya temperatur panas, kemungkinan besar thermostatnya tidak bekerja.
      2. pastikan thermostatnya bekerja, karena cooler ok, pompa pendingin ok, apa lagi kalau bukan thermostatnya.

      test lah thermostatnya, direbus misalnya. kalau menutup berarti bekerja, kalau enggak berarti rusak.

      3. kalau yang terjadi pada kedua mesin, dan thermostat tidak apa-apa, berarti pendingin tidak bekerja, barangkali tersumbat di sea-cest-nya.

      salam

      Suka

    1. mesti cek fisik;
      susah
      diurut lagi kenapa bisa begitu
      putaran besar berarti mesin panas
      mesin panas, perlu pendingin
      saat putaran 1000rpm, pendingin sudah tidak mampu lagi
      ada semburan…
      kalau nanti sudah ketemu, kasih tahu juga disini ya?

      Suka

  6. Selamat sore Pak,

    Saya mau bertanya bagaimana cara menentukan Fuel Consumption per daynya dari Tug Boat dengan kekuatan 1600 HP?

    Apakah ada perhitungan matematisnya? atau rata2 dilakukan dengan metode sounding?

    Terima kasih Pak sudah mau berbagi ilmu
    Salam Sukses selalu

    Suka

    1. masing masing mesin berbeda beda.
      fuel consumption juga tergantung dengan RPM mesin
      semakin tinggi kita jalankan RPM mesin, maka semakin banyak BBM yang diperlukan.
      Perhitungan Matematis hanya sebagai rujukan.
      Konfiirmasinya adalah dengan Tank Sounding.
      Baru setelah itu Mas Alvin bisa bakukan jika pengamatannya dirasa sudah cukup dan mewakili.

      Suka

  7. Hermen Triyoso

    Numpang jualan…

    Bagi rekan rekan yg membutuhkan solar kapal/industri utk wilayah semarang..bs kontak saya, ini legal/resmi

    Terima kasih

    Salam
    Hermen Tri

    Suka

  8. satrio ronggo

    Bas bisa minta tlong hitungkan pemakaian mesin ku. Mesin caterpilar dengan ukuran 470 kw x 2, tahun 2000,rpm yg saya pakai 1050 dan rpm maksimum 1380 berapa ketemunya pemakaian perjam?

    Suka

  9. donal jr

    mohon pencerahannya senior…saya newbi mw nanya….kalau mesin kpl HP 2×825, rpm yg digunakan 1000rpm….umur mesin udah 8tn…cara ngitung pemakaian per/jam gimana senior….

    Suka

  10. iwan

    Selamat malam bass,,
    minta tolong bantuan ya,, bagai mna rumus untuk menghitung pemakaian minyak per jam dengan mesin 1600 hp. rpm max 1650 rpm 1000,

    Suka

  11. Eddy

    Salam Bpk” Captain

    PT. KCP Siap supply ke ;
    INDUSTRI, TAMBANG ,KAPAL, MALL, HOTEL, GEDUNG, RS. dll semua pengguna solar

    Produk : HSD PT. Pertamina (persero)
    Periode : 01-15 December 2016
    Wilayah : se Indonesia
    Kondisi : Darat – Kapal
    Quantity : Minimal 5 KL
    Harga : Rp 7500,-/ltr (harga dasar)
    ( tergantung wilayah )&(pembayaranya) COD,CBD,SKBDN,BLKFUN
    Anda senang , kami pun senang

    Order & Info: 081281377626
    083875113505

    Terimakasih
    Eddy

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s