Syal atau Scarf, sebenarnya yang menggunakannya adalah kaum pria pada zaman dahulu sebagai alat penyeka keringat, dan ditempat lain sebagai alat untuk menutupi hidung dari debu. Seiring perkembangan, Scarf dijadikan mode berbusana bangsa Romawi Kuno, dengan menggunakannya dengan dililitkan di leher atau diikatkan di ikat pinggang. Selain Romawi, Bangsa Cina juga memakai Scarf untuk menandai pangkat tentaranya dan perluasan pemakaian Scarf di dunia dilakukan oleh Tentara Kroasia di abad ke 17. Penggunaan Scarf sebagai item fashion terjadi di Perancis. Penggunaan Scarf begitu popular digunakan oleh pria Perancis. Mereka menggunakannya sebagai penanda aliran politik dengan perbedaan warna sebagai tandanya. Penggunaan Scarf di Perancis  kemudian berkembang dengan bentuk dan model seperti sekarang ini.

Berikut adalah photo-photo waktu jalan-jalan di toko penjual Syal di Kuala Lumpur:

00001301

Menurutmu Orang mana Penjualnya?
Menurutmu Orang mana Penjualnya?
Orang Myanmar berdarah Pakistan... (Bohong!)
Orang Myanmar berdarah Pakistan… (Bohong!) – Namanya Hanna