Petang itu saya duduk di sekretariat fakultas Teknologi Industri Universitas Borobudur, dan kami pun berbincang sejenak dengan Pak Herdhy tentang Mikro Controller yang ingin diaplikasikan untuk membantu monitong mesin produksi yang sering down atau break-down di AHM. Ada satu yang menarik disitu adalah, saya ingin mencoba membuat bagaimana caranya menghitung barang yang lewat di konveyor secara elektronik, meskipun alat seperti ini biasanya sudah banyak dibuat dan dipasang di mesin-mesin produksi. Untuk itu mari kita membuat student project kecil-kecilan saja bagi kita yang hobby di elektronika. Toh dalam Mata Kuliah TTL di Teknik Industri ada yang dibahas ada yang tidak dibahas.

Contoh Model IR Sensor & Counter

Project 1: Membuat Remote Tester Infra Merah

Sensor IR TSOP4838

Sirkuit ini dapat digunakan untuk pengujian remote control untuk TV, DVD, VCD, dan lain-lain. Ini adalah modul dasar untuk membuat penghitung (counter) obyek berbasis inframerah. Alat yang terpenting adalah sensor IR TSOP4838 atau bisa menggunakan TSOP 1738.

Menurut datasheet dari TSOP4838, tegangan input untuk sensor IR harus 3V-5V. Ketika sensor mendapat sinyal inframerah, tegangan di pin VO akan turun dan akan memicu transistor BC557. Pada setiap ada sinyal pemicu, BC557 akan menyalakan LED. Dengan demikian, kita dapat melihat respon dari sinyal remote control.

Skema Circuitnya seperti dibawah ini:

Skema Remote Tester Infra Merah

Dalam skema di atas untuk TSOP 4838, V1 adalah INPUT dan OUTPUTnya adalah VO.

Project 2: Membuat Modul Remote Control (RC)

Sebuah rangkaian RC digunakan untuk memperkenalkan penundaan waktu di sirkuit. Kombinasi resistor dan kapasitor akanmemberikan konstanta waktu.

RC Logic dengan Capasitor 100uF

Rangkaian diatas menunjukkan rangkaian RC dasar. Dalam gambar C1 (100uF) bekerja sebagai kapasitor penyimpanan. Ketika Anda menekan tombol, biaya kapasitor dengan cepat dan menyediakan dasar yang saat ini ke transistor Q1, yang menghasilkan arus kolektor dan LED akan bersinar di D1. R2 resistensi (1K) memberikan waktu yang konstan sekitar 10 detik. Setelah 10 detik, arus menjadi tidak cukup untuk mengendalikan transistor, sehingga LED menjadi padam.

Konstanta waktu dari jaringan RC adalah waktu yang diperlukan untuk kapasitor mencapai 63% dari tegangan maksimum yang mungkin. Rumus waktu yang konstan adalah:

T = RXC
T = 1Kohm x 100uF
T = 0.1second.

Jika kapasitor 1000uF, maka waktu yang konstan akan 1 detik. Referensi silahkan klik disini.

Sirkuit RC

Dalam rangkaian kedua, ada satu resistor terhubung ke kapasitor. Resistor ini membantu kapasitor agar cepat terisi arus. Dengan adanya resistor ini, kita akan melihat cahaya redup untuk waktu yang lama. Untuk menghindari bahwa cahaya redup, kita menggunakan R1 resistor dalam ini proyek.

Model RC-nya

Project 3: Membuat Display Angka Hitung

Ini adalah modul penghitung sederhana (dari 0 sampai 9 saja). Dalam contoh ini, kita busamenggunakan katoda 4026B dengan display seven segment. Selain 4026B, kita juga dapat menggunakan 7490 dan 7447.

Seven Segment Display

Project 4: Membuat Astable Module (Infra Red Transmitter)

Astable Module digunakan untuk menghasilkan pulsa dengan interval reguler. Rangkaian berikut dapat bekerja sebagai generator musik, pemancar inframerah dan lampu tanda bahaya LED tergantung pada nilai-nilai R1, R2 dan C1. Untuk membuat simulasinya silahkan download disini.

Astable Module Circuit

Dalam posting ini, kami menunjukkan bagaimana nilai-nilai R1, R2 dan C2 membuat perubahan dalam output dari sirkuit.

Circuit 1: Blinker LED.
Dalam proyek ini, R1 = 47k, R2 = 100k dan C1 = 10k. Ketika ada kekuatan arus sirkuit, LED berkedip pada interval reguler seperti yang ditentukan oleh nilai-nilai R1, R2 dan C1. Untuk menghitung silahkan gunakan tools ini.