Recommended Weight Limit atau RWL merupakan rekomendasi batas beban yang dapat diangkat oleh manusia tanpa menimbulkan cidera meskipun pekerjaan tersebut dilakukan secara repetitive dan dalam jangka waktu yang cukup lama.

RWL ini ditetapkan oleh NIOSH pada tahun 1991 di Amerika Serikat. Persamaan NIOSH berlaku pada keadaan :

  1. Beban yang diberikan adalah beban statis, tidak ada penambahan ataupun pengurangan beban di tengah – tengah pekerjaan.
  2. Beban diangkat dengan kedua tangan.
  3. Pengangkatan atau penurunan benda dilakukan dalam waktu maksimal 8 jam.
  4. Pengangkatan atau penurunan benda tidak boleh dilakukan saat duduk atau berlutut.
  5. Tempat kerja tidak sempit.

Khusus dari persamaan yang ditetapkan NIOSH untuk menghitung RWL, terdapat perbedaan faktor pengali jarak vertikal untuk pekerja Indonesia, sehingga perlu penyesuaian terhadap nilai perkiraan berat beban yang direkomendasikan untuk diangkat.

Adanya perbedaan ini karena faktor pengali vertikal sangat bergantung pada antropometri ketinggian knuckle (jarak vertikal dari lantai ke ujung jari tangan dengan posisi lurus ke bawah). Perumusan faktor pengali vertikal yang dihasilkan oleh NIOSH adalah:

VM = 1 – 0.03 | V – 75 |

Sedangakan dari hasil penelitian di dapat bahwa untuk Pekerja Industri Indonesia faktor pengali jarak :

VM = 1 – 0.00326 | V – 69 |

Setelah nilai RWL diketahui, selanjutnya perhitungan Lifting Index, untuk mengetahui index pengangkatan yang tidak mengandung resiko cidera tulang belakang, dengan persamaan:

LI = L/RWL

Jika LI  ≤ 1, maka aktivitas tersebut tidak mengandung resiko cidera tulang belakang. Jika LI > 1, maka aktivitas tersebut mengandung resiko cidera tulang belakang.