Simulasi akan lebih bermanfaat bila kita mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi.  Memahami cara kerja simulasi membantu kita untuk menerapkannya dengan benar dan memahami output yang dihasilkannya.

Jenis-jenis simulasi diantaranya adalah statis atau dinamis, stokastik atau deterministik, dan event-diskrit atau kontinu.

Perbedaan simulasi statis dan dinamis misalnya simulasi statis tidak didasarkan oleh waktu, ia hanya mencakup sample acak yang diambil untuk membangkitkan sebuah  hasil statistik simulasi Monte Carlo. Contoh: memilih portofolio untuk saham. Kalau system dinamis, ia mencakup lintasan waktu, dan ia merupakan sebuah mekanisme waktu (clock mechanism), menggerakkan waktu sehingga variabel status berubah saat waktu berubah. Contohnya sistem manufaktur dan jasa.

Adapun perbedaan simulasi stokastik/probabilistik dengan deterministik adalah: simulasi stokasitik terdiri dari satu atau lebih variabel input merupakan variabel acak. Ia menghasilkan output yang acak dengan sendirinya (self random) dan ia memberikan hanya satu titik data untuk mengetahui bagaimana sistem berperilaku dan setiap percobaan bervariasi secara statistic. Sedangkan simulasi deterministik ia tidak memiliki komponen input yang bersifat acak, tidak memiliki keacakan (randomness), dan seluruh status yang akan datang dapat ditentukan setelah data input dan status awal (initial state) didefinisikan.

Adapun perbedaan simulasi distribusi diskret dan kontinu adalah dalam distribusi diskret ada sejumlah nilai yang mungkin (a countable number of possible values), sedangkan dalam simulasi kontinu nilainya terus menerus. Contoh diskret: jumlah item dalam satu lot, jumlah individu dalam sekelompok orang, sedangkan contoh kontinu: sebuah mesin dengan waktu siklus yang terdistribusi seragam (uniform) antar 1.2 – 1.8 menit.

Sistem stokastik seringkali memiliki waktu atau kuantitas nilai yang bervariasi dalam sebuah jangkauan (range) dan berdasarkan densitas tertentu, sebagaimana didefinisikan oleh distribusi probabilitas. Nilai yang dihasilkan dari sebuah distribusi disebut random variate.

620 fifteen-bit pseudo-still-lifes

Lantas bagaimana membangkitkan bilangan acak? Perilaku acak (random behavior) ditiru oleh simulasi dengan menggunakan pembangkit bilangan acak (random number generator). Bilangan-bilangan yang dihasilkan oleh pembangkit bilangan acak tidak “acak” dalam arti yang sebenarnya. Contohnya pembangkit bilangan acak pseudo, yang terus menerus menghasilkan urutan bilangan yang sama.

=========

Sumber: Harrell, C., B.K. Ghosh and R.O. Bowden, Jr., Simulation Using Promodel, 2nd ed., McGraw-Hill, Singapore, 2003.