Simulasi banyak digunakan untuk membantu meminimalkan resiko biaya hingga kesalahan fatal dalam dunia nyata, dimana teknologi simulasi terus ditingkatkan untuk berbagai penggunaan seperti latihan pilot pesawat terbang hingga ujicoba prototype produk baru. Salah satu dari penggunaan simulasi tersebut diantaranya adalah untuk memberikan sebuah gambaran dimana nanti dapat membantu persiapan-persiapan apa saja yang akan terjadi sehingga lebih menghemat biaya dan waktu, sampai nyawa manusia.

Menurut New Oxford Dictionary (1980) simulasi didefinisikan sebagai cara menghasilkan keadaan dalam suatu situasi seperti model untuk tujuan kajian, ujian, atau percobaan. Untuk keempat tujuan tersebut diperlukaan keadaan/perlakuan system dinamis dengan menggunakan model komputer sehingga nanti dapat dievaluasi hasilnya dan diperbaiki kinerja sistemnya. Sedangkan menurut Schriber (1987), simulasi adalah satu pemodelan suatu proses atau system dengan cara tertentu supaya model tersebut bertindak seakan-akan system nyata terhadap peristiwa yang berlaku sepanjang masa.

Mengapa Mensimulasikan? Hal ini karena simulasi menyediakan suatu cara untuk memvalidasikan apakah keputusan yang dibuat itu sudah terbaik atau tidak. Dalam simulasi dapat dihindari pamaikan waktu yang lama, dan perusakan dalam menjalankan teknik uji coba kesalahan (try and error). Simulasi tidak hanya menyajikan sebuah cara dalam menganalisa prediksi formal saja, namun simulasi dapat bekerja dalam system yang kompleks. Dengan model komputer, simulasi dapat membantu membangun atau mencoba kebijakan operasi, proses, system, atau metode sebelum diimplementasikan secara nyata. Dan terakhir simulasi memberikan suatu percobaan dengan hasil hasil yang dapat diinovasikan atau cara berfikir diluar kotak atau “ouside the box”, dan ini sangat berguna dalam membantu sebuah problematika system untuk dicari penyelesaiaanya.

Image

Oleh karena simulasi adalah suatu replika dari kenyataan sebenarnya dengan skenario yang kita buat sedemikian rupa sehingga kita merasakan suatu ‘pengalaman’ dari suatu realitas atau kasus meskipun kita tidak harus mengalami realitas yang sebenarnya, maka tidak semua permasalahan system dapat diselesaikan dengan cara atau dengan bantuan simulasi. Ada petunjuk umum dimana simulasi itu diperlukan seperti keputusannya harus bersifat operasional, prosesnya harus didefinisikan dengan baik dan berulang-ulang, begitu juga aktifitas dan kejadiannya harus saling tergantung dan bervariasi, dan jangan sampai biaya yang dikeluarkan untuk membuat simulasi itu lebih besar daripada hasilnya.