Dinamika Sistem (Bahasa Inggris: system dynamics) adalah suatu metode pemodelan yang penggunaan metodenya ini erat berhubungan dengan pertanyaan-pertanyaan tentang tendensi-tendensi dinamik sistem-sistem yang kompleks, yaitu pola-pola tingkah laku yang dibangkitkan oleh sistem itu dengan bertambahnya waktu. Asumsi utama dalam paradigma dinamika sistem adalah bahwa tendensi-tendensi dinamik yang persistent (terjadi terus menerus) pada setiap sistem yang kompleks bersumber dari struktur kausal yang membentuk sistem itu.

Simulasi merupakan alat yang berguna hanya bila kita mengetahui sifat permasalahan yang sebenarnya. Adapun tantangannya adalah Tantangannya: memahami bagaimana sistem berjalan, bagaimana mengetahui apa yang akan dicapai oleh system tersebut, harus mampu mengidentifikasi milestones untuk mencapai tujuan dari system tersebut.

Menurut Blanchard (1991) system adalah kumpulan elemen yang bekerja bersama untuk mencapai tujuan yang tertentu. Sistem tersebut terdiri dari berbagai elemen-elemen yang saling berkaitan dan bekerja sama dan dalam sebuah sistem ada tujuan tertentunya.

Dalam system elemen-elemenya antara lain adalah entitas, yakni sesuatu yang diproses melalui system dan mempunyai karakteristik seperti biaya, bentuk, prioritas, kualitas atau kondisi, sedangkan tipenya ada yang berbentuk manusia/mahluk hidup (pelanggan, pasien, dll) atau benda mati (parts, dokumen, dll), intangible (telepon, surat elektronik, dll), dan pernyataan diskrit (kebanyakan pada sistem manufaktur & jasa) atau kontinu (seperti pengilangan minyak, pabrik kertas).

Selain entitas, elemen-elemen yang lain adalah aktifitas-aktifitas tugas yang dilakukan dalam system dalam pemrosesan entitas baik secara langsung maupun tidak langsung, ada resources-nya yaitu alat untuk melakukan aktivitas dan kendali (control) untuk mengatur bagaimana, kapan, dan dimana aktivitas dijalankan.

Adapun kompleksitas system adalah fungsi dari a) saling ketergantungan antar elemen sehingga tiap elemen berpengaruh terhadap elemen lain dan b) variabilitas dimana ada perilaku elemen yang menghasilkan ketidakpastian.

Dalam interpendencies atau saling ketergantungan antar elemen kompleksitas sistem tidak berhubungan dengan jumlah elemen di dalam sistem, namun tergantung dari jumlah relasi yang saling bergantung. Saling ketergantungan itu ada erat atau longgar (tight or loose interdependencies). Untuk beberapa sistem, “sebab dan akibat tidak berhubungan erat dengan waktu dan tempat” (Peter Senge, 1990). Saling ketergantungan meski diminimasikan, sebenarnya merupakan fakta kehidupan, dan cara penangananya yang terbaik adalah melalui koordinasi dan manajemen yang efektif.

Dalam beberapa system ada banyak variabelitas yang diabaikan. Contohnya MRP (Material Requirements Planning) yang hanya merancang sistem berdasarkan kebutuhan rata-rata.  Variabilitas seharusnya memang dikurangi dan bahkan dieliminasi bila memungkinkan. Simulasi akan sangat membantu mengidentifikasi tingkat perbaikan yang dapat dilaksanakan jika variabilitas itu diturunkan atau dieliminasikan.

Selanjutnya, Metrik Kinerja Sistem adalah adalah pengukuran yang digunakan untuk menilai kinerja sebuah system. Metrik operasional penting yang menggambarkan efektivitas dan efisiensi sistem manufaktur dan jasa adalah: a) flow time, b) utilisasi, c) value-added time, d) waktu tunggu, e) flow rate, f) inventory or queue levels, g) yield (hasil), h) customer responsiveness, dan i) perbedaan (variance).

Variable Sistem terdiri dari:

a)     Variabel Keputusan (Decision Variables):

  • Apa masukan input factors-nya
  • Apa independent variables-nya (dalam eksperimen)
  • Perubahan nilai dari variabel independen sebuah sistem mempengaruhi perilaku sistem
  • Ada yang controllable dan ada juga yang uncontrollable

b)     Response Variables:

  • Kinerja atau keluaran output variables
  • Ada dependent variable (dalam eksperimen)
  • Untuk mengukur kinerja sistem sebagai akibat penentuan variabel keputusan tertentu

c)      State Variables:

  • Status sistem pada titik tertentu dalam suatu waktu
  • Dependent variables (variabel – variabel yang tergantung)
  • Sering diabaikan dalam eksperimen

Optimisasi system adalah bagaimana menemukan penentuan yang tepat untuk variabel keputusan yang memenuhi tujuan kinerja terbaik. Dalam sistem manufaktur atau jasa, contohnya bagaimana meminimasikan biaya atau maksimasi flow rate (seperti jumlah benda/item yang dihasilkan atau pelanggan yang dilayani per satu unit waktu, misalnya part per jam, pelanggan per jam, dll.) Optimasi system adalah usaha mencoba mencapai tujuan yang saling bertentangan.

Untuk mencapai optimasi local yang sering berakibat ketidakoptimuman global maka diperlukan systems approach atau pendekatan system. Tidak masalah kita melakukan secera lokal selama dampaknya bisa global, It’s okay to act locally as long as one is thinking globally. Caranya adalah dengan systems engineering, yaitu proses mengidentifikasikan masalah atau kesempatan untuk peningkatan, pengembangan solusi alternatif, evaluasi solusi, memilih dan mengimplementasikan solusi terbaik!

Empat langkah pendekatan iteratif untuk pengembangan system menurut Blanchard (1991) adalah:

  • Identifikasi problem dan kesempatan
  • Pilih dan implementasikan solusi terbaik
  • Kembangkan Solusi Alternatif
  • Evaluasi Solusinya

Teknik analisa system haruslah dapat mensimulasikan adanya peningkatan kemungkinan peramalan kinerja (performance predictability) dengan cara-cara seperti menggunakan perhitungan manual (hand calculations), spreadsheets, teknik penelitian operasi, atau dengan menggunakan Special Computerized Tools.