Kepemimpinan efektif (Effective Leadership) adalah keterampilan manajerial dalam pelaksanaan pekerjaan bersama atau melalui orang lain, dimana seorang pemimpin diharapkan memiliki kecakapan teknis maupun manajerial yang profesional. Idealnya kecakapan teknis sesuai dengan bidangnya, sedang kecakapan manajerial sudah pasti menuntut perannya dalam memimpin orang lain. Keterampilan tersebut terpancar dalam tindakannya seperti menyeleksi, mendidik, memotivasi, mengembangkan sampai memutuskan hubungan kerja.

Sejak tanggal 4 hingga 6 Oktober, alhamdulillah saya diberi kesempatan untuk mengikuti lokakarya tersebut di kampus Prasetiya Mulya Business School Cilandak Jakarta Selatan. Selama 3 hari berturut turut kita belajar banyak tentang bagaimana sih peranan seorang pemimpin dalam hubungannya antar manusia saat dia bekerja? Seorang pemimpin diharapkan dapat menampilkan gaya kepemimpinan dalam segala situasi tergantung kondisi dan situasi serta kepada bawahan yang ada. Artinya, kalau ada seorang pemimpin yang hanya menampilkan satu macam gaya saja, maka bisa jadi itu akan kurang efektif. Selain itu diharapkan seorang pemimpin tampil sebagai pemberi ilham dalam masa-masa sulit, sehingga terpancar rasa keyakinan akan atasannya dalam diri para bawahannya. Kepemimpinan dan penyesuaian terhadap perubahan merupakan tantangan terbesar masa kini bagi para eksekutif. Menjadi seorang pemimpin yang sukses dan yang dapat memotivasi bawahannya merupakan sasaran dari mengikuti lokakarya ini.

Meskipun kita sudah pernah belajar/kuliah tentang dasar manajemen, dan teorinya sama persis, namun di seminar ini kita ditunjukkan bagaimana secara praktis dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan diri kita, kemudian bagaimana seharusnya menyusun penyempurnaan penampilan diri sendiri sebagai pemimpin.

Alhamdulillah, disini kita banyak belajar bagaimana sih kaitan manajemen dengan kepemimpinan itu, bagaimana penggunaan wewenang dan apa pengaruh yang harus dimiliki, termasuk teknik komunikasi efektif ke atas, ke bawah dan ke samping, teknik seleksi, wawancara, memberi latihan dan menempatkan dalam bidang yang sesuai, bagaimana mengarahkan, memotivasi, mengontrol, mengoreksi dan membantu serta mengembangkan bawahan, bagaimana memelihara bawahan agar berdedikasi tinggi dengan menampilkan diri sebagai pimpinan terutama dalam pengambilan keputusan dan pemberi ilham di masa sulit, dan bagaimana bersikap terhadap pengunduran diri anak buah yang berprestasi. Yang terakhir adalah bagaimana mempertimbangkan serta melakukan pemutusan hubungan kerja.

Disesi terakhir tentang praktik kepemimpinan, kelompok kami menjadi juara 1 dalam menyusun menara kayu tertinggi (127 cm) dalam waktu kurang dari 5 menit. Disini peran pemimpin ‘mini’ diperlukan seperti bagaimana menjelaskan sasaran yang jelas, pembagian tugas, bench-marking, strategi untuk memenangkan perlombaan, dan memotivasi team termasuk menenangkan team saat waktu mendekati kritis. Alhamdulillah, hadiahnya semua anggota team dapat topi hitam dari PMBS.

Mudah mudahan ilmu yang didapatkan disini dapat berguna bagi orang lain, dan informasi ini juga dapat memotivasi pembaca untuk tetap selalu belajar agar lebih efektif, tepat sasaran.