“Mengapa perlu ada Manajemen?” Pelajaran di kelas, dan di buku mengatakan bahwa karena ada tujuan yang ingin dicapai dengan batasan sumberdaya tertentu. Puasa, sangat kental mengajarkan itu. Semua orang yang berpuasa pasti punya tujuan yang jelas, ingin mencapai derajat taqwa. Bagaimana ukuran KPI (Key Performance Indicator) dari puasa? Secara fisik ukurannya adalah tidak makan, minum, dan berhubungan badan dengan pasangan resmi mulai fajar sampai Magrib. Secara non fisik juga ada ukurannya.

Dengan tujuan dan batasan itulah maka kita perlu siap-siap, perlu rencana yang matang. Makanya, ada kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan. Misalnya puasa dimulai dengan niat. Niat sangat penting. Bisa dirasakan, diluar Bulan Ramadhan. Pada siang hari, bila terlambat makan, maka tubuh akan langsung bereaksi lapar luar biasa, bahkan bisa jatuh sakit. Anehnya, pada saat berpuasa, hal seperti itu tidak terjadi. Kenapa? Karena kekuatan niat. Dengan niat tadi, pikiran dan seluruh anggota tubuh segera melakukan penyesuaian. Dalam ilmu Manajemen juga terjadi seperti itu. Ketika suatu organisasi menetapkan sasaran atau rencana secara eksplisit kepada semua orang dan semua orang sudah komitmen untuk melakukannya, maka seluruh organisasi beserta perangkat sistem dan prosedurnya pun akan menyesuaikan. Ini akan memudahkan tercapainya sasaran, karena hambatan-hambatan procedural akan semakin kecil.

Selanjutnya, sahur. Apa arti sahur dalam ilmu Manajemen? Sahur adalah kegiatan memasukkan energi dalam tubuh sebelum berpuasa. Ini adalah simbol bahwa sebelum bekerja perlu persiapan. Sumber daya harus siap. Baik dari segi jumlah maupun mutu. Dalam hal ini, SDM harus dilatih, bahan baku harus disediakan, peralatan harus lengkap, mesin sudah siap jalan, dsb. Bagaimana dengan sistem pengendalian? Pengendalian terbaik menurut ilmu puasa adalah pengendalian sendiri (self-control). Berbeda dengan ibadah lainnya, puasa paling sulit diketahui. Sulit membedakan orang berpuasa atau tidak. Mudah sekali melanggar aturan puasa, tanpa ada yang tahu. Tapi, orang yang melanggar aturan puasa, akan merasa tidak berguna melakukannya, karena hanya akan menipu diri sendiri. Dalam bekerja, kalau sistem pengendalian sudah dibuat melekat dalam organisasi secara internal yang dulu disebut waskat (pengawasan melekat), maka pengendalian akan menjadi mudah dan efisien. Dengan begitu tidak dibutuhkan lagi unit khusus yang namanya Pengendalian Mutu, Pengawasan Keuangan, dsb.

Apa arti berbuka? Dalam puasa, berbuka adalah tanda mengakhiri kegiatan berpuasa. Kegiatannya adalah makan dan minum yang tadinya dilarang. Ini akan memberikan rasa bahagia yang menyenangkan. Dalam ilmu Manajemen, ini yang dinamakan Reward System. Meskipun reward yang hakiki nanti dihadapan Allah SWT, namun sebagai manusia hasil kerja yang langsung terasa ini akan memberi rasa bahagia yang luar biasa, yang tidak akan dirasakan oleh orang yang tidak berpuasa, meskipun makan pada saat yang sama. Dalam ilmu Manajemen Perubahan ini juga sering disebut Quick Win. Perlu ada selebrasi segera terhadap semua hasil capaian. Hasil sebenarnya nanti akan ada lagi yang lebih besar. Ini juga memberi isyarat bahwa ketika seorang pemberi kerja memberi imbalan kepada karyawannya maka hendaklah ditunaikan sesegera mungkin.

Apa yang disampaikan ini hanyalah sebagian kecil dari hikmah puasa. Masih banyak, ilmu Manajemen yang bisa dipelajari dari Ibadah Puasa.

Sumber:
http://www.ppm-manajemen.ac.id/index.php?wb=09&mib=highlights.detail&id=31