Resonansi – Praktikum Fisika


Resonansi merupakan suatu fenomena dimana sebuah sistem yang bergetar dengan amplitudo yang maksimum akibat adanya impuls gaya yang berubah- ubah yang bekerja pada impuls tersebut. Kondisi seperti ini dapat terjadi bila frekuensi gaya yang bekerja tersebut berimpit atau sama dengan frekuensi getar yang tidak diredamkan dari sistem tersebut.

Banyak contoh dari peristiwa resonansi yang dihadapi dalam kehidupan sehari – hari, antara lain: bila berdekatan dengan sebuah gelas dan dibangkitkan suatu nada (frekuensi) yang besarnya sama dengan frekuensi alam gelas itu sendiri maka gelas itu akan  bergetar (berbunyi) sekeras – kerasnya. Bila nada (frekuensi) tadi dibunyikan cukup keras dan secara terus – menerus maka getar gelas akan semakin diperkeras sehingga gelas dapat pecah. Dengan suara, orang dapat menghancurkan suatu benda. Juga peristiwa keruntuhan pesawat terbang yang kecepatannya mendekati kecepatan menjalar bumi berdasar atas peristiwa resonansi.

Getar pesawat yang disebabkan oleh gerak mesin – mesinnya yang diteruskan pada udara sebagai bunyi, tidak dapat dengan cepat ditinggalkan (atau meninggalkan) pesawat terbang karena kecepatan pesawat terbang tidak berbeda banyak dengan keepatan menjalar bumi. Akibatnya ialah getar badan pesawat terbang diperkeras dengan cepat sekali sehingga pesawat terbang runtuh karena hal tersebut. Dengan kecepatan agak di atas kecepatan menjalar bumi, pesawat terbang dapat terbang dengan selamat (Supersonic Flight).

Contoh lain dari peristiwa resonansi yang terjadi dalam kehidupan sehari- hari juga bisa terjadi bila dua garpu tala yang mempunyai bilangan getar atau frekuensi yang sama bila digetarkan/dibunyikan maka garpu tala yang lainnya akan ikut bergetar/berbunyi, Hal inilah yang mendorong kita untuk melakukan percobaan ini agar dapat memahami lebih lanjut tentang peristiwa resonansi.

20 pemikiran pada “Resonansi – Praktikum Fisika

  1. Alhamdulillah, berikut kesimpulan yang sudah saya dapatkan dari data-data yang ada:

    1. Dari sebuah pipa yag salah satu ujungya tertutup, frekuensi-frekuensi osilasi yang alamiah membentuk sutu deret harmonik yang terdiri atas kelipatan bilangan bulat ganjil dari frekuensi dasarnya, dengan persamaan:

    L = (2n-1)¼λ dengan n = 1, 2, 3, . . .

    2. Untuk menentukan nilai v (kecepatan suara di udara) dari n (bilangan resonansi) dalam percobaan I dan f (frekuensi garpu tala) yang telah diketahui (512 Hz) dan L’ (panjang kolom udara sebenarnya) yang telah diukur serta menentukan nilai e, telah didapatkan hasil sebagai berikut:

    a) v kecepatan suara di udara sebelum koreksi = 252 m/det
    b) L’ panjang kolom sebenarnya perhitungannya ada penambahan (ralat) sebesar +0.123 meter
    c) v kecepatan suara di udara setelah ralat diperoleh = 381 m/det dengan suhu ruang percobaan 25 – 27°C.

    3. Untuk menentukan nilai f (frekuensi Garpu Tala) dari v (kecepatan suara di udara) dan n (bilangan resonansi) dalam percobaan II yang telah diketahui dalam percobaan II dan L’ (panjang kolom udara sebenarnya) yang telah diukur dan menentukan nilai e-nya, telah diperoleh hasil sebagai berikut:

    a) Frekuensi Garpu Tala yang ditera/digunakan dalam percobaan II setelah diketahui kecepatan suara pada Percobaan I (252 m/det) adalah sebesar 852 Hz
    b) L’ panjang kolom sebenarnya perhitungannya ada ralat sebesar +0.07 meter
    c) Frekuensi Garpu Tala setelah ralat diperoleh = 593 Hertz.

    Suka

    • kalau grafik hubungan antara L’ dengan n selalu linier. Dalam laporan praktikum resonansi, saya tidak menggunakan Regresi Linier sehingga tidak ada grafik-nya. Kita sudah bisa menemukan kecepatan suara di udara jika sudah mengetahui frekuensi garputala, dan kita bisa mengetahui frekuensi garputala jika kita sudah mengetahui kecepatan suara diudara dalam percobaan I.

      Suka

  2. pada contoh yg anda berikan, apakah kecepatan menjalar bumi itu sama dengan kecepatan rotasi bumi? kalau tidak, tolong jelaskn pengertian dri kecepatan menjalar bumi.. thank you..

    Suka

    • kecepatan menjalar bumi tidak sama dengan kecepatan rotasi bumi, karena kecepatan menjalar bumi berhubungan dengan pembiasan atau pantulan gelombang, sedangkan kecepatan rotasi bumi adalah murni sebuah kecepatan edar dari bumi itu sendiri tanpa dipengaruhi oleh pantulan gelombang atau getaran yang dibiaskan…

      Suka

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s