Kehidupan senantiasa berjalan seiring kumparan waktu menuju titik kulminasi. Setiap jejak yang ditinggalkan dengan pernik-perniknya menjadikan romantika tersendiri yang mengiringi perjalanan hidup. Romantika akan menjadi sejarah bila dituliskan, dan menjadi makna apabila setiap episode tersebut dapat dijadikan pelajaran. Baik dalam bentuk pengalaman, apakah itu pengalaman yang tidak membahagiakan maupun yang membahagiakan. Semuanya adalah pernak-pernik hidup, dan sudah seharusnya kita bersyukur sebagai bentuk kedewasaan kita seiring usia yang bertambah.

Hakekat takdir, kita tidak mengetahuinya, bisa jadi bertambahnya usia berarti berkurangnya usia. Apa yang seharusnya dilakukan sekarang sebagai bentuk kedewasaan itu sendiri, tidak lain adalah dengan selalu ikhlas dan rela menjalani demi meneruskan kehidupan apapun bentuk kehidupan itu sendiri.

Ulang tahun harus dimaknai sebagai refleksi muhasabah diri, bukan sebuah pesta. Tidaklah perlu menyalakan orang lain yang merayakan ulang tahun dengan pesta dan makan-makan sebagai bentuk rasa syukur mereka. Karena dari dulu keluarga kita sudah punya budaya sendiri dalam berulang-tahun, tidak harus sama dengan orang lain yang lagi trend, meskipun kita dianggap terbelakang sekalipun! Allahu Akbar!