Kehidupan modern menuntut seseorang bersikap praktis dan pragmatis. Hidup dipandang untuk memenuhi tujuan jangka pendek yang telah ditentukan oleh individu dan kelompok. Manusia dipacu oleh waktu untuk mengejar prestasi dan bersaing secara bebas dengan anggota masyarakat lain dalam memperebutkan sumber-sumber ekonomi. Dengan keadaan seperti ini, manusia tidak lagi memegang teguh prinsip-prinsip agama yang diyakininya. Perilaku mereka memanfaatkan segala cara untuk pencapaian tersebut. Termasuk dalam kehidupan antara laki dan perempuan.

Banyak dari manusia modern yang hidup dan tinggal bersama laki dan perempuan tanpa ikatan agama. Meskipun secara normatif hal tersebut dilarang oleh agama, namun dengan alasan gaya hidup, hal itu tidak menjadi penting lagi.

Anehnya lagi, yang ribut adalah bagaimana caranya mengatur agar orang tidak menikah sirri (nikah secara agama, namun tidak tercatat dalam catatan negara). Bagi mereka yang tinggal bersama tanpa ikatan, dan jika kelak melahirkan seorang anak maka hal ini tidak perlu diatur, karena diserahkan kepada masing masing pribadi.

Adakah motivasi yang bijak dalam masalah ini?