Hingga kini, setidaknya ada ribuan crop-circle ditemukan di seluruh dunia, apakah itu di Inggris, Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan lain sebagainya. Katanya, saat crop-circle ini akan muncul selalu terdapat tanda-tanda aneh sebelumnya, seperti lingkaran-lingkaran cahaya aneh yang melayang-layang di atas ladang atau terjadi petir hebat setelahnya.  Benda-benda elektronik pun tiba-tiba mati dengan sendirinya termasuk mesin mobil.

Indonesia pada Senin (24/1) dihebohkan dengan adanya lingkar tanaman (crop-circle) di Sleman, Yogyakarta. Fenomena itu diduga muncul pada Minggu (23/1) malam. Para ahli masih berdebat mengenai penampakan terakhir dari peristiwa ini. Berikut adalah ringkasan secara garis besar tentang teori kerja dan hipotesis mengenai mekanisme pembentukan crop-circle.

Perlu diingat bahwa ada banyak ilmuwan, matematikawan, peneliti, dan fisikawan di luar sana yang telah mendengar tentang fenomena crop-circle ini, dan seperti kita sendiri, biasanya dimulai dari teori mereka sendiri seperti kemungkinan bagaimana, mengapa, dan oleh siapa mesin pembuat crop-circle (kita sebut glyph) ini buat.

Perlu pikiran terbuka saat kita mengkajinya melalui ide dan dugaan. Kita mesti ingat bahwa itu semua terlalu mudah untuk dipahami dalam kepastian pada awal sebuah misteri, dan kemudian terlalu mudah untuk melemparkan kritik pada sesuatu yang tidak memuaskan semua fakta yang kita dikenal.

Marilah kita sama-sama untuk masuk sepenuhnya ke dalam teka-teki ini, menerapkan segala sesuatu yang kita ketahui untuk apa yang tidak diketahui. Pikirkanlah bahwa seluruh fenomena itu seolah-olah sebuah bentuk telur yang elips. Salah satu fokus elips adalah pengetahuan umum, fokus lainnya adalah misteri. Ketika kita berkisar fokus pada keduanya, justru secara bertahap akan membawa kita ke arah pemahaman baru dalam kesadaran kita sendiri.

Apa yang disajikan di sini adalah sinopsis dari temuan yang dipublikasikan dan teori teori yang sama sekali bukan merupakan kata final. Diantara fenomena yang menarik (epiphenomena) sekitar ini semua adalah “interactiveness” formasi dengan apa yang ada dibenak fikiran orang-orang sekiling kita atas fenomena itu sendiri.

Dr. Terrence Maeden & Collin Andrews

Menurut Colin Andrew seorang anggota CCCS (Centre for Crop Circle Studies) yang telah melakukan penelitian sejak 1990 yang terdiri dari para peneliti profesional, penulis, paranormal berbakat bahkan ada yang berprofesi sebagai pawang hujan, dan mempunyai stasiun pangkalan sendiri untuk studi ilmiah tentang crop-circle ini mengatakan bahwa ada sembilan teori tentang terbentuknya crop-circle, yaitu:

  1. Teori Pusaran Angin (Whirlwind Vortex) seperti angin tornado, angin puyuh, atau angin lesus
  2. Teori Pusaran Plasma (Plasma Vortex)
  3. Kekuatan Gerakan Bumi (Earth Energies)
  4. Buatan Mahluk Asing (ET, Extra-Terrestrial atau UFO)
  5. Arkeologi Bawah Tanah (Underground Archaeological)
  6. Penggunaan Bahan Kimia (Chemical Applications), teori ini sudah usang dan tidak dipakai lagi
  7. Hoaxes atau buatan manusia yang kemudian dibesar-besarkan
  8. Ciptaan Tuhan (God Force)
  9. Percobaan Militer (Military Experimentation)

Teori Gravitasi Plasma

Semua teori diatas secara kasat mata menuju dan menjelaskan bahwa ada fenomena cahaya, termasuk hiposetis dari Dr. Terrence Meaden sendiri, hipotesis Plasma-Vortex (Pusaran Plasma), Energi gelombang mikro (Oleh WC Levengood) dan teori ilmiah yang ada, semuanya menunjuk kepada sebuah fenomena yang berbasis plasma. Fenomena busur, atau hampir semua orang yang telah melihat bentuk bentuk seperti petir, percikan Tesla model V, atau bentuk seperti jahitan di kepala Frankenstein, bentuk seperti anggur, atau bentuk seperti silauan lampu kaca bening dari gas mulia yang kita lihat di klub malam, semuanya bisa disebabkan oleh gravitasi plasma.

Contoh Bentuk Plasma dari Tesla

Percobaan untuk pembuktian itu dilakukan dengan menggunakan rongga microwave untuk lokal panas plasma, dan memberikan gas terionisasi, seperti campuran O2 dan N2 untuk menargetkannya, dengan asumsi bahwa energi plasma dan microwave tidak kompatibel.

Hal ini juga dikenal dalam dunia fisika bahwa ada karakteristik “frekuensi plasma” yang merupakan ukuran frekuensi cut-off (pemutus). Frekuensi di bawah ini akan dilemahkan dan / atau tercermin, sedangkan frekuensi di atas akan menyebar dengan “indeks bias” riil atau index of refraction, yaitu, seolah-olah itu sebuah bahan optik.

Adapun fitur yang tidak biasa dari plasma crop-circle adalah bahwa ia tidak memiliki dinding pembatas yang jelas. Dalam percobaan plasma di laboratorium, “selubung” atau sering disebut dengan sheath, umumnya merupakan medan magnet, atau pola berdiri dari gelombang microwave.

Bentuk Selubung Plasma Vortex

Contoh misalnya dalam kasus pembuatan atau pelepasan busur-busur plasma, ini terjadi dengan begitu cepat, dan hal ini bisa membuat kerusakan medan menjadi ion-ion dan elektron yang terbentuk secara konstriktif pada “selubung” tersebut (hukum sirkuit Ampere). Apabila ada selubung magnetik yang terjadi pada crop-circle, pertanyaanya adalah bagaimana itu bisa diposisikan dengan sangat hati-hati sehingga membuat bentuk-bentuk yang indah?

Satu pendapat yang tampaknya terus naik ke permukaan adalah bahwa harus ada sebuah “tanah komponen” untuk seluruh fenomena ini, karena faktanya adalah ada batang yang bengkok di 90 derajat pada jarak yang konsisten terhadap tanah lapisan atas (biasanya sekitar 1 inci). Situs CC (crop-circle) biasanya terletak pada garis bidang ley-line dan ada titik-titik penghubung fitur geografis lainnya (seperti, jalan, tempat fokus, tanda bajak petani, dan lain-lain).

Pusaran Plasma Model Besar

Salah satu peneliti telah melaporkan bahwa ada korelasi 90% dengan air dari tanah, dan permulaan batang tanaman ini memiliki kepadatan tertinggi untuk mengalirnya H2O. Silahkan saja bagi yang ingin memberikan penghormatan kepada Hipotesa Gaia sebagai ibu dari seluruh penemuan ini juga dapat dijadikan sebagai sebuah titik, bahwa memang ada ruang yang cukup untuk tekanan yang berpola (bulat-bulat, pecah, atau biasanya diistilahkan dengan istilah telluric) akibat efek gravitasi tersebut dalam media ini.

Pendapat pribadi saya adalah kita juga belum menggaruk permukaan tersebut! Bagaimana bisa?

Jika kita melihat jauh lagi ke dalam penelitian saat ini dalam fisika plasma, kita akan menemukan bahwa struktur resonan seperti “flute shaped” atau bentuk seperti seruling, toroidal (lingkar-lingkar pada magnet), atau struktur “balooning” sapat dibentuk dalam plasma.

Bentuk Plasma Air

Jika kita mengklasifikasikan atau menganggap bahwa teori plasma sebagai hal yang “jauh dari keseimbangan” maka itu artinya kita telah membuka kotak fenomena pandora yang “tidak diketahui yang mungkin” atau “mungkin tidak terjadi secara spontan”.

Ini adalah gagasan yang berlaku umum sejak Ilya Prigogine menjelaskan karyanya tentang lesapan termodinamika struktur (thermodynamics of dissipative structures), bahwa dalam situasi jauh dari keseimbangan, lesapan energi bisa terjadi dengan sendirinya.

Dengan “struktur” seperti ini maka batas-batas bisa terjadi pada “selubung” pembuat crop-circle tersebut dari media host-nya. Cahaya plasma dalam crop-circle akan dibatasi oleh selubung medan telurik yang geomagnetic, dimana ada bidang bumi yang bergerak dan memiliki sifat fluida.

Pleadian = Piring Terbang?

Tentang ilustrasi cara kerjanya, secara pribadi saya lebih suka dengan apa yang disampaikan oleh Hand Barbara Clow dalam karya barunya, Agenda Pleadian Sementara itu, berbicara dari salurannya yang disebut “Satya”, ia menyebutkan bahwa Pleadians (semacam piring terbang) mempertimbangkan interaksi gravitasi dan cahaya bintang untuk menjadi yang paling penting dalam formasi. Beliau berpendapat bahwa cahaya bintang adalah batu penjuru dari piramida kreatif, yang membimbing dan mengarahkan transformasi materi tertentu dan energi. (Lihat Clow, Barbara Hand, The Pleiadian Agenda — A New Cosmology for the Age of Light, Santa Fe, NM: Bear & Co., 1995, pp. 65-66.)

Dalam skema ini, plasma hanya fase keempat dari tujuh masalah yang berkaitan dengan gas, cairan, dan padatan terhadap dasar piramida pembuatan crop-circle. Gravitasi adalah matriks yang mengikat dan memberikan kontinuitas dalam arti ruang lengkung Einstein di sekitar materi.

Bentuk Plasma dari Bola Plasma

Gravitasi adalah daya tarik, sedangkan cahaya bintang adalah kecenderungan. Stellar cahaya plasma mungkin bisa muncul selama formasi pembuatan circle-crop, tetapi diatur secara internal oleh sebuah “lokus yang jenius”, dan jika terjadi dialam ini bukan emulasi laboratorium. (Kamus mendefinisikan “lokus yang jenius” itu biasanya dikatkan dengan hal-hal yang bersifat mistis seperti ketua dewa atau roh dari sebuah tempat ia memiliki akar yang sama yang muncul dalam genesa dan generasi.)

Jika kita berpikir untuk melangkah lebih jauh sepanjang garis “New Age” atau tentang ide-ide era cahaya maka teori-teori seperti tidak dapat disangkal, dan seseorang harus melihat secara dekat bukti tanaman itu sendiri, apakah ada perubahan secara yang spesifik?

  • Apakah ada konversi amoniak dalam siklus nitrogen?
  • Apakah ada pembengkakan sel yang berubah karena beberapa proses perubahan difusi air?
  • Apakah ada gas-gas terlarut dalam tabung xilem konsentrasi yang sama seperti pada sampel kontrol?
  • Atau apakah perubahan terpengaruh sepenuhnya pada tingkat genetik, dan entah bagaimana cepat dikirim ke dalam salinan sel baru?

(Hal ini akan sesuai dengan pendapat Barbara Hand Clow’s yang menyampaikan pesan bahwa DNA memiliki “komponen bintang”.)

Tentang teori gravitasi plasma ini jika dikaji lebih dalam lagi akan menjadi lebih menarik karena banyak fakta-fakta baru yang memungkinkan crop-circle itu terbuat. Hanya saja pada saat ini belum ada fakta ilmiah atau hasil uji ilmiah untuk membenarkan teori atau dugaan dugaan teori sementara seperti ini.

Teori Pusaran (Whirlwind Vortex dan Plasma Vortex)

Pusaran Magnet

Teori pertama diusulkan oleh Dr. Terrence Meaden pada tahun 1980-an yang menjelaskan bahwa semua pola lingkaran spiral yang dihasilkan dalam plasma vortex sepenuhnya sebagai produk dari fenomena atmosfer alam seperti pusaran tornado. Adapun lompatan cahaya yang ada pada pusaran adalah hasil dari gesekan ion udara yang mengandung air sehingga anomali cahaya tersebut bisa dilihat dengan mata.

Meaden menjelaskan bahwa daya yang terjadi pada pusaran itu kemudian dia istilahkan dengan “unrecognized helical or toroidal forces” yang memiliki “subsidiary electromagnetic properties due to self-electrification” atau sifat pembawaan dari elektromagnetik itu sendiri yang diakibatkan oleh energy listrik yang dimilikinya sendiri. Pusaran itu kemudian akan membentuk tinggi diatas tanah, lalu tiba-tiba pecah dan turun (breakdown) ke permukaan tanah dalam sebuah lompatan energi aksial.

Professor Hiroshi Kikuch

Diluar dari sifat tornado yang merusak secara teori, ini masuk akal untuk beberapa tahun, dengan menguatkan lebih lanjut apa yang telah dipelopori oleh Dr. Y.H. Ohtsuki dan Prof. Ofuruton H. Penelitian mereka di lab menghasilkan pelepasan energi elektrostatis dan gelombang mikro dari sebuah pusaran. Teori ini bekerja juga pada pusaran plasma yang dilakukan oleh Prof. H. Kikuchi dari Jepang yang dibuat dengan menggunakan potensi energi yang ada, termasuk istilah interaksi antara medan listrik aksial dan medan magnet bumi. Meskipun ini pertama kalinya Dr. Meaden menyamakan peristiwa meteorologi dengan pusaran-plasma, namun sudah jelas istilah ini bukan hal baru dalam fisika plasma.

Hannes Alfven

Seorang fisikawan pemenang Hadiah Nobel 1970 bernama Hannes Alfven, juga mengembangkan beberapa teori tentang penjalaran gelombang dalam plasma. Pandanganya mencakup fenomena antar ruang dan laboratorium. Ia tertarik pada sifat-sifat plasma dalam laboratorium yang dapat digunakan untuk menjelaskan tentang terjadinya alam semesta (berhubungan dengan teori evolusi). Namun sebagian besar karyanya berkaitan dengan magnetohydrodynamics, area fisika plasma yang menyelidiki tentang interaksi akustik dan magnetik dalam sebuah cairan konduktif listrik atau gas.

Pada dasarnya, gelombang Alfven merupakan riak atau gelombang propagasi di atas struktur plasma-vortex. Struktur vortex atau pusaran itu sendiri membentuk secara spontan dalam plasma dari arus geser dan ketidakstabilan. Setelah terbentuk, mereka dapat menyebarkan gelombang dalam berbagai modus, serta memberikan momentum dalam jarak yang besar.

Pertanyaanya, bagaimana hal ini bisa berhubungan dengan crop-circle?

Struktur plasma-pusaran seperti toroida, atau spiral bergerak, dapat menjelaskan secara explicit bahwa batang tanama telah “dipersiapkan” untuk membentuk crop-circle tadi. Batang memang tidak menunjukkan gesekan mekanik atau kerusakan, seperti yang akan terjadi jika dipukul oleh angin puyuh tiba-tiba atau tornado. Gelombang Alfven menciptakan “push” atau tekanan akhir yang berdenyut sepanjang sumbu struktur vortex, namun bagaimana ini dihasilkan, dan di mana mereka mulai memang masih cukup misteri.

Pusaran seperti angin puyuh, atau pusaran ke atas-sumbu seperti yang terangkan oleh Dr. Meaden sudah cukup untuk menjelaskan semua tentang “lingkaran-lingkarang” biasa yang muncul di tahun 1980-an. Namun, teori pusaran angin puyuh menjadi “disinformasi” setelah ada pictograms berskala besar pertama kali mulai muncul di Inggris pada awal 1990.

Bentuk Windlird Vortex

Crop circle menjadi dimensi baru dengan bentuk fenomena yang oleh orang – orang dianggal menjadi jauh lebih besar, lebih kompleks, termasuk energy yang bekerja pada pembentukkanya. Kombinasi teori-teori sederhana tidak bisa lagi dipakai untuk menjelaskan “keanehan” dari kekuatan alam ini.

 

Kilatan Plasma Pada Tornado

Selain itu, fenomena cahaya anomali, beberapa laporan mengatakan bahwa ada “suarat rilling” 5KHz dari saksi yang mendengarkan suara bising di sekitar formasi, namun tidak angina atau awan yang bergulir disekitarnya. Dan akhirnya garis-garis lurus mulai muncul di pictograms, dengan batang tanaman berbaring sejajar dengan kontur luar garis. Dengan kondisi seperti ini sudah jelas, bahwa kita memerlukan modifikasi dari teori Meaden diatas.