Menurut Imam Al Ghazali, mahabbah adalah kecenderungan hati kepada yang dicintainya karena ia merasa senang berada di dekatnya, dan benci akan kebalikanya, alias nalurinya antipati terhadap selainya karena tidak sesuai denganya. Dan manakala kesenanganya makin bertambah, itu artinya cintanya makin mendalam.

Kesenangan mata berada pada pandanganya, dan kesenangan telinga pada apa yang didengarnya. Kesenangan penciuman berada pada bau-bauan yang wangi dan seterusnya, dan seterusnya. Demikianlah tiap-tiap indera mempunyai kesenanganya masing-masing sesuai dengan seleranya, ia menyenangi apa yang disukainya, karena itu akhrinya timbul kecintaan kepadanya.

Rasulullah s.a.w. pernah bersabda, yang artinya:
“Ada tiga perkara dari urusan duniamu yang aku sukai, yaitu wewangian, wanita, dan kesejukan hatiku berada dalam shalat.”

Hadist ini begitu jelas menerangkan, bahwa dibalik apa yang dapat ditangkap oleh kelima indera terdapat hal yang disukai dan disenangi. Karena Sholat bukanlah merupakan sesuatu yang dapat disukai oleh panca indera kita, maka dapat disimpulkan bahwa, pandangan batin lebih kuat daripada pandangan lahir (zahir), dan pandangan kalbu itu lebih tajam dari pandangan mata.

Apa pendapat anda?