Mekanika Teknik I (Soal #2)


Carilah Reaksi Perletakan dengan Cara Grafis dan Analitis untuk gambar dibawah ini kemudian hitung dan gambar Bidang D (lintang), N (normal), dan M (moment).

Soal No. 2 UAS Mektek I

PENYELESAIAN

Mencari Reaksi Secara Analitis:

ΣMB = 0

  • RAH x 4m + RAV x 6m – Q x 1½m – P2 x 2m = 0
  • 2.6 x 4m + 6RAV – 2.6 x 3 x 1½m – 2.6 x 2m = 0
  • 10.4 + 6RAV – 11.7 – 5.2 = 0
  • 6RAV – 6.5 = 0
  • RAV = (6.5/6) = 1.1 t

ΣMA = 0

  • RB x 6m – P x 2m – Q x 4½m = 0
  • 6RB – 2.6 X 2m – 2.6 x 3 x 4½m = 0
  • 6RB – 5.2 – 35.1 = 0
  • 6RB – 40.3 = 0
  • RB = (40.3/6) = 6.7 t

ΣKV = 0

  • RB + RAV – Q = 0
  • 6.7 + 1.1 – (2.6 x 3m) = 0
  • 7.8 t – 7.8 t = 0

Bidang D  (untuk Portal)

Titik A

  • DA kiri = RA = 1.1
  • DA kanan = RA = 1.1

Titik C

    • DCkiri = RA – q x 0
      = 1.1 – 0 = 1.1
    • DCkanan = RA – Q
      = 1.1 – (2.6 x 3)

= 1.1 – 7.8 = – 6.7

Titik D

    • DDkiri = RA – Q = – 6.7
    • DCkanan = RA – (q x 1½) + RB
      = 1.1 – (2.6 x 1½) + 6.7

= 1.1 – 3.9 + 6.7

= 3.9

Bidang D (untuk Tegak)

Titik D

  • DDatas = RAH = 2.6 ton

Titik E

  • DEatas = RAH = 2.6 ton
  • DEbawah = RAH – P
    = 2.6 – 2.6 = 0

Bidang M

Titik A

MA = RA x 0 = 0

Titik C

MC = RA x 3m – Q x 0m
MC = 1.1 x 3 = 3.3 tm

Titik F

MF = RA x (3m + X) – ½qX2
= 3RA + RAX – ½qX2

dMF/dx => RA – qX =0
1.1   – 2.6X = 0
X = (-1.1/-2.6) = 0.42

MF = 3RA + RAX – ½qX2
= 3 x 1.1 + 1.1 x 0.42 – ½(2.6)0.422
= 3.3 + 0.462 – 0.229
= 3.762 – 0.229 = 3.533 tm

Titik D

MD = RA x 6m – Q x 1½m
= 1.1 x 6m – 2.6 x 3 x 1½m
= 6.6 – 11.7 = – 5.1 tm

 

Titik G

MG = RA x (6m – y) – RAH x 4m + P x 2m – ½qy2
= 6 x 1.1 – 1.1y – 2.6 x 4m + 2.6 x 2m – ½(2.6)y2
= 6.6 – 1.1y – 10.4 + 5.2 – 1.3y2
= 1.4 – 1.1y – 1.3y2

y1 = -1.54m (tidak dipakai karena minus) ; y2 = 0.70m

MG = 1.4 – 1.1y – 1.3y2
= 1.4 – 1.1(0.7) – 1.3(0.7)2
= 1.4 + 0.77 – 0.63
= 0 tm

Gambar “kira-kira” sebagaimana dibawah ini:

Bidang D (lintang), N (normal), dan M (moment).

About these ads

Tentang Muhammad Burhanuddin

Simple, relax, easy going, maybe patient, quiet, sympathetic, maybe kind, always keep emotion hidden, and does not get upset easily. Easy to get along with, I'm a good lister, compassionate and concern, peaceful and agreeable, and normally I avoid conflicts.

Posted on 17 Januari 2011, in Mekanika Teknik I and tagged . Bookmark the permalink. 20 Komentar.

  1. asalam

    maaf pak burhanudin… aku kurdiono dr unbor trimakasih. dan minta bantuanya untuk menyelesaikan soal-soal mekanika tehnih 2 soal2 mulai dari sendi gerber dan lain2

  2. wa’alaikum salam Mas Kurdiono; saya masih belum ambil mata kuliah MekTek II, sebab saya di Teknik Industri. Jika lihat soalnya – saya mungkin bisa sedikit kasih masukkan, karena itu sesuatu yang menarik.

  3. ada perencana’an contilever gak…?

  4. bisa kasi contoh soal yang lbih sederhana,,?

    • Contoh misalnya:
      Lantai Kerja Beban Terpusat
      Lantai kerja terbuat dari kayu pinus (Fb = 135 kg/cm²) terdiri dari dua papan dengan ukuran lebar (b)= 20 cm dan tebal (h) 3.5cm. Ditanyakan:

      a) Momen Lentur Maksimum
      b) Besar Reaksi diujung kayu biar seimbang
      c) Ditinjau dari aspek kekuatan konstruksi, apakah penggunaan kayu pinus cukup aman?

  5. Arianto Prabowo

    Assalamualaikum Wr.Wb

    maaf pak Burhanuddin

    saya masih baru di dunia sipil (mahasiswa baru)

    saya masih belum mengerti tentang menghitung panjang gaya (yang menggunakan koordinat)
    bisa ga pak saya minta contoh soal
    atau soal dari saya??

    K1: (1.1)-(4.1)
    k2: (2.2)-(3.4)
    k3: (4.3)-(6.4)
    k4: (7.2)-(7.4)

    saya masih dah mengerti panjang gayanya/penjumlahan gaya
    mohon bimbingannya

    _trimakasih, Wasalam mualaikum Wr.Wb

    • wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh.

      untuk mengerti tentang menghitung panjang gaya yang menggunakan koordinat, maka kita harus tahu dulu tentang vektor, karena vektor berhubungan dengan gaya dan keadaan gerak (posisi, bahkan arah kecepatan dan percepatan). misal titik A(X1, Y1) dan titik B(X2,Y2) maka dapat dibentuk vektor AB = (X2 – X1, Y2-Y1) dimana vektor tersebut adalah (X2 – X1, Y2-Y1). dari soal diatas saya tidak bisa menebak ilustrasi soalnya, namun untuk penyelesaiannya bisa merefer ke:

      Hukum Sinus Cosinus

  6. assalamualaikum pak
    saya mahasiswa teknik industri mau uas mekanika teknik, kalau boleh tau email bapak apa ya ? saya ada soal mektek, nanti saya scan lalu dikirim lewat email
    mohon bantuannya pak

    • tulis disini saja, bisa koq…
      mudah mudahan bisa bantu

      • sebenarnya soalnya menggunakan gambar pak,tapi saya share aja dulu
        1. the solid shaft is made of material that has an allowable shear stress of t(allow)=MPa. determine the minimum required diameter of the shaft (mm) at section A-B

        2. Pada sebuah beam berpenampang persegi panjang dengan perbandingan sisi h=2b (gambar.a) bekerja beban geset yang terdistribusi seperti gambar b. jika beam terbuat dari kayu yang mampu menahan tegangan geser maksimum sebesar 5MPa, tentukan lebar minimum (b) dari penampang kayu agar mampu menompang beban kerja

        3. The solid rod shown in figure has a radius of 0.75 in. if it subjected to the force of 500 lb, determine the state of stress at point A

    • salame durung dibalas, “wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh” – itu yang pentuing…:)

  7. Untuk No. 1:
    Formula Allowable Shear Stress (tmax) =16T/πd^3, dimana T adalah Torsi dan d adalah diameter shaft-nya. t(max) satuannya MPa, T satuannya N-m, dan d satuannya m.

    Untuk No. 2:
    Jika Tegangan.maksimum = Gaya yang bekerja (N) / luas penampang effektif (m²), maka untuk mencari lebar minimum dari luas penampang => 5Mpa = 5 N/m2 = N/(b x 2b) = N/2b²
    b(min.pada 5Mpa) = akar dari 0.1N begitukah?

    No. 3:
    Jarak Point A gak ketahuan ya… :D, susah jadinya… :)

    • mau nambahin pak
      untuk nomor 1 ada 3 section, A,B,C, dan D. Jarak section A-B 500mm, B-C 400mm, dan C-D 500mm dengan torsi A=250Nm, B=75Nm, C=325Nm, dan D-150Nm. Apakah jarak dan torsi antar section tidak mempengaruhi formulanya pak ?

      hehe,, maaf kalau banyak tanya ya pak
      sebenarnya lebih jelas kalo ada gambarnya memang

      • wah… asyiik juga ya kuliah di tempatmu… saya teknik industri, tidak begitu details dalam hal teknik mesin (mechanical engineering).

        Kalau sudah diketahui Torsi di titik A, B, C, dan D dengan jarak sekian – sekian, berarti sudah tahu gaya-gaya yang bekerja di titik-titik tersebut. Contohnya seperti dibawah ini:

        Contoh Torsi Yang Bekerja

        Jarak dan Torsi antar section selalu akan mempengaruhi, begitu juga kalau nanti diameter shaft berbeda-beda (Non Uniform) seperti digambar bawah ini:

        Non Uniform Torsi

        kira-kira begitu bro…

  8. PENYELESAIAN

    Mencari Reaksi Secara Analitis:

    ΣMB = 0

    RAH x 4m + RAV x 6m – Q x 1½m – P2 x 2m = 0
    2.6 x 4m + 6RAV – 2.6 x 3 x 1½m – 2.6 x 2m = 0

    pertanyaan saya RAH = 2.6 darimana pak?

    trims

  9. pak, RAH bukan harusnya dikali jarak horizontal = 6, RAV dikali jarak vertikal =4, karna RBH dikali jarak horizontal = 6.. mohon penjelasannya

  10. pak itu gaya tersebar merata kan garis nya harus miring, saya tdk mengerti miring nya itu harus seberapa dan pjg nya brp. terimakasih sebelum nya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 72 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: