Beranda » Uncategorized » About Religion » Islam Menghormati Kaum Perempuan

Islam Menghormati Kaum Perempuan

about.me

Alvin Burhani

Alvin Burhani

It's about Muhammad Burhanuddin

Nama saya Muhammad Burhanuddin. Beberapa orang memanggil saya dengan nama Burhan atau Alvin. Saya dilahirkan di desa Padang Bandung kecamatan Dukun kabupaten Gresik. Ayah saya kelahiran Lumajang, Jawa Timur dan Ibu saya berasal dari desa Padang Bandung kabupaten Gresik.

Saya menghabiskan masa kecil saya banyak di kota santri, Pasuruan, Jawa Timur. Masa remaja saya banyak berpindah-pindah mulai dari Pulau Bali, hingga pernah singgah di negeri jiran Malaysia. Setelah berkeluarga saya tinggal di Jawa Tengah dan sebelum akhirnya saya di Jakarta bersama keluarga.

Tidak ada yang spesial dalam diri saya, tidak ada...


Diantara kebebasan yang diberikan dan dihormati oleh Islam kepada kaum perempuan adalah kebebasan dalam menentukan calon suami dan kebebasan berpendapat. Bahkan dalam hal kebebasan berpendapat, Islam juga mendengarkan jeritan kaum perempuan daripada kaum laki-laki. Sampai diambang pintu perceraian pun, Islam masih menghormati kedudukan seorang wanita.

Contohnya adalah, ketika seorang suami memutuskan hubungan dengan istrinya (cerai) sebelum digauli, maka suami harus membayar 1/2 mahar yang telah ditentukan. Namun jika suami mencerai istrinya setelah digauli, maka dia harus membayar mahar itu secara utuh.Dari contoh diatas bisa dikatakan bahwa pada saat itu, si suami tidak bisa semena-mena dengan berkata, “dia (si istri) masih dibawah saya!”

Alkisah, Barirah adalah seorang Habasyah (budak wanita berkulit hitam dari Ethiopia). Tuannya bernama Utbah bin Abu Lahab yang mengkawinkannya dengan seorang budak dari Maghirah. Sebenarnya, Barirah tidak suka dijodohkan dengan budak tersebut seandainya saat itu dia boleh atau berhak menolak. Kemudian hal itu diketahui oleh Aisyah r.a. Maka, dibelilah Barirah dan dibebaskannya. Setelah bebas, Rasulullah s.a.w. berkata, “kamu telah berhak atas dirimu, maka kamu bebas untuk memilih.”

Pada saat yang sama, sang suami yang ternyata membuntuti/mengikuti Barirah menangis dan memelas kasihnya. Melihat hal itu, Nabi Muhammad s.a.w. berkata kepada para sahabat seraya berkata, “tidakkah kalian takjub akan kebesaran cinta suaminya meskipun istrinya begitu membencinya…”

Rasulullah s.a.w. lalu berkata kepada Barirah, “takutlah kepada Allah. Sesungguhnya, dia adalah suamimu dan bapak dari anakmu”. Barirah berkata, “apakah baginda Rasul menyuruh saya?” Rasulullah menjawab, “aku cuman menyarankan.” Barirah lalu berkata, “kalau begitu, saya tidak ada kepentingan dengannya.” Demikianlah kisah dari Barirah dan bagaimana Islam menghormati kaum perempuan.

Posted with WordPress for BlackBerry.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 106 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: