Membuat Simulasi Manual LOD


Sebuah perusahan ingin menghitung biaya pengadaan pada divisi purchasing.  Perusahaan tersebut adalah penyalur mesin printer berukuran besar (plotter).  Kebijakan pengadaan adalah, perusahaan akan melakukan pengadaan saat inventory <=20 pcs. Order per sekali order 30 pcs, dan ada stock awal 30 pcs. Biaya yang harus dibayar perusahaan adalah :

  1. Biaya inventory (biaya penyimpanan) sebesar 1 dolar per piece per period
  2. Biaya shortage (biaya ketiadaan barang) sebesar 2 dolar per piece per period
  3. Biaya order adalah 15 dolar per sekali order

Kenyataan yang harus dihadapi oleh perusahaan adalah:

1) Demand customer per periode adalah tidak pasti dengan probabilitas :

  • 2 per period: 10%
  • 3 per period : 15%
  • 4 per period : 22%
  • 5 per period : 25%
  • 6 per period : 18%
  • 7 per period : 10%

2) Lead time pemesanan ke supplier adalah tidak pasti dengan probabilitas

  • 3 period : 29%
  • 4 period : 45%
  • 5 period : 26%

Berapakah rata-rata inventory cost yang harus dikeluarkan oleh perusahaan?

Ditulis pada Simulasi & Pemodelan | Di-tag , , | Tinggalkan Komentar

Simulasi Event-Diskrit


Discrete-Event Simulation adalah simulasi dimana perubahan statusnya terjadi pada titik-titik diskrit dalam waktu yang dipicu oleh kejadian (event). Kejadian yang biasa terdapat dalam simulasi tersebut adalah kedatangan sebuah entitas ke sebuah stasiun kerja (workstation), kegagalan resource, selesainya sebuah aktivitas, da nada akhir sebuah shift.

Kejadian (event) Menggambarkan sistem dalam aliran proses. Aliran proses (process flow) adalah urutan kejadian untuk menjalankan simulasi. Event akan menciptakan keterlambatan dalam simulasi untuk mereplikasi satu lintasan waktu. Event juga memicu eksekusi logika yang dihubungkan dengan event.

Untuk tipe event itu terdiri dari kejadian terjadwal (scheduled event): sebuah event dimana saat terjadinya dapat ditentukan dan dijadwalkan sebelumnya dan kejadian kondisional (conditional event) yang dipicu oleh kondisi yang ditemui, dan bukan oleh satu lintasan waktu.

Adapun cara mempersiapkan simulasi (setting up the simulation) sebagai berikut:

Simulasi waktu (clock):

  • ti: nilai waktu simulasi (simulation clock) pada langkah i, untuk i=0 sampai jumlah discrete event
  • Asumsikan simulasi mulai pada saat nol, t0 = 0
  • t1: nilai simulation clock saat discrete event pertama dalam daftar diproses
  • t2: nilai simulation clock saat discrete event kedua dalam daftar diproses

Atribut entitas:

Atribut entitas adalah karakteristik suatu entitas yang dipertahankan oleh entitas tersebut sampai entitas keluar dari system. Contoh untuk simulasi ATM: atribut waktu kedatangan (Arrival Time).

Variabel status:

Adalah jumlah entitas dalam antrian pada langkah ke-i, NQi. Contoh dalam simulasi ATM, maka ATM statusi untuk menunjukkan apakah ATM sibuk atau menganggur (idle) pada langkah ke-i.

Akumulator Statistik (Statistical accumulators):

  •  Simple-average: waktu rata-rata pelanggan menunggu dalam antrian
  •  Time-average: Jumlah rata-rata pelanggan di dalam antrian

Time-average number of customers in the queue:

  • Simple-average time in queue
    • Menghitung jumlah pelanggan yang melewati antrian
    • Saat pelanggan melalui antrian, waktu menunggu dicatat.
    • Dihitung dari saat masuk antrian sampai saat meninggalkan antrian:
    • Dihitung dari saat masuk antrian sampai saat meninggalkan antrian: simple-average time in queue = tiarrival time
  • Untuk durasi langkah terakhir (ti – ti-1) dan jumlah pelanggan yang memasuki antrian selama langkah terakhir (NQi-1), hitung Time-Weighted Number of Entities in the Queue = (ti – ti-1) NQi-1

Kejadian (Event):

  • Arrival event, terjadi saat entitas pelanggan (customer entity) tiba dalam antrian
  • Departure event, terjadi saat entitas pelanggan menyelesaikan transaksi ATM
  • Termination event, untuk mengakhiri simulasi.

Simulasi ATM

Contoh Kasus Simulasi ATM:

  • Waktu antar-kedatangan (inter-arrival time) dan waktu pelayanan pelanggan (customer service time) pada ATM terdistribusi eksponensial dengan rata-rata 3 menit dan 2.4 menit.
  • Waktu kedatangan dari pelanggan berikutnya dapat dijadwalkan sebagai: ti + E(3.0)
  • Waktu kepergian dari entitas yang telah mengakses ATM dijadwalkan sebagai: ti + E(2.4)

Dalam menghitung hasil simulasi biasanya digunakan statistik rata-rata sederhana (simple-average statistic) yaitu jumlah seluruh nilai observasi dari variabel respon dibagi dengan jumlah observasi atau statistik waktu rata-rata (time-average statistic/ time-weighted average), yakni nilai rata-rata sebuah variabel respon yang diukur dari durasi waktu masing-masing nilai yang diamati dari variabel tersebut.

Ditulis pada Simulasi & Pemodelan | Di-tag , , | Tinggalkan Komentar

Dasar – Dasar Simulasi


Simulasi akan lebih bermanfaat bila kita mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi.  Memahami cara kerja simulasi membantu kita untuk menerapkannya dengan benar dan memahami output yang dihasilkannya.

Jenis-jenis simulasi diantaranya adalah statis atau dinamis, stokastik atau deterministik, dan event-diskrit atau kontinu.

Perbedaan simulasi statis dan dinamis misalnya simulasi statis tidak didasarkan oleh waktu, ia hanya mencakup sample acak yang diambil untuk membangkitkan sebuah  hasil statistik simulasi Monte Carlo. Contoh: memilih portofolio untuk saham. Kalau system dinamis, ia mencakup lintasan waktu, dan ia merupakan sebuah mekanisme waktu (clock mechanism), menggerakkan waktu sehingga variabel status berubah saat waktu berubah. Contohnya sistem manufaktur dan jasa.

Adapun perbedaan simulasi stokastik/probabilistik dengan deterministik adalah: simulasi stokasitik terdiri dari satu atau lebih variabel input merupakan variabel acak. Ia menghasilkan output yang acak dengan sendirinya (self random) dan ia memberikan hanya satu titik data untuk mengetahui bagaimana sistem berperilaku dan setiap percobaan bervariasi secara statistic. Sedangkan simulasi deterministik ia tidak memiliki komponen input yang bersifat acak, tidak memiliki keacakan (randomness), dan seluruh status yang akan datang dapat ditentukan setelah data input dan status awal (initial state) didefinisikan.

Adapun perbedaan simulasi distribusi diskret dan kontinu adalah dalam distribusi diskret ada sejumlah nilai yang mungkin (a countable number of possible values), sedangkan dalam simulasi kontinu nilainya terus menerus. Contoh diskret: jumlah item dalam satu lot, jumlah individu dalam sekelompok orang, sedangkan contoh kontinu: sebuah mesin dengan waktu siklus yang terdistribusi seragam (uniform) antar 1.2 – 1.8 menit.

Sistem stokastik seringkali memiliki waktu atau kuantitas nilai yang bervariasi dalam sebuah jangkauan (range) dan berdasarkan densitas tertentu, sebagaimana didefinisikan oleh distribusi probabilitas. Nilai yang dihasilkan dari sebuah distribusi disebut random variate.

620 fifteen-bit pseudo-still-lifes

Lantas bagaimana membangkitkan bilangan acak? Perilaku acak (random behavior) ditiru oleh simulasi dengan menggunakan pembangkit bilangan acak (random number generator). Bilangan-bilangan yang dihasilkan oleh pembangkit bilangan acak tidak “acak” dalam arti yang sebenarnya. Contohnya pembangkit bilangan acak pseudo, yang terus menerus menghasilkan urutan bilangan yang sama.

=========

Sumber: Harrell, C., B.K. Ghosh and R.O. Bowden, Jr., Simulation Using Promodel, 2nd ed., McGraw-Hill, Singapore, 2003.

Ditulis pada Simulasi & Pemodelan | Di-tag , , | Tinggalkan Komentar

Dinamika Sistem


Dinamika Sistem (Bahasa Inggris: system dynamics) adalah suatu metode pemodelan yang penggunaan metodenya ini erat berhubungan dengan pertanyaan-pertanyaan tentang tendensi-tendensi dinamik sistem-sistem yang kompleks, yaitu pola-pola tingkah laku yang dibangkitkan oleh sistem itu dengan bertambahnya waktu. Asumsi utama dalam paradigma dinamika sistem adalah bahwa tendensi-tendensi dinamik yang persistent (terjadi terus menerus) pada setiap sistem yang kompleks bersumber dari struktur kausal yang membentuk sistem itu.

Simulasi merupakan alat yang berguna hanya bila kita mengetahui sifat permasalahan yang sebenarnya. Adapun tantangannya adalah Tantangannya: memahami bagaimana sistem berjalan, bagaimana mengetahui apa yang akan dicapai oleh system tersebut, harus mampu mengidentifikasi milestones untuk mencapai tujuan dari system tersebut. Lanjut membaca

Ditulis pada Simulasi & Pemodelan | Di-tag | Tinggalkan Komentar

Pengenalan Simulasi


Simulasi banyak digunakan untuk membantu meminimalkan resiko biaya hingga kesalahan fatal dalam dunia nyata, dimana teknologi simulasi terus ditingkatkan untuk berbagai penggunaan seperti latihan pilot pesawat terbang hingga ujicoba prototype produk baru. Salah satu dari penggunaan simulasi tersebut diantaranya adalah untuk memberikan sebuah gambaran dimana nanti dapat membantu persiapan-persiapan apa saja yang akan terjadi sehingga lebih menghemat biaya dan waktu, sampai nyawa manusia.

Menurut New Oxford Dictionary (1980) simulasi didefinisikan sebagai cara menghasilkan keadaan dalam suatu situasi seperti model untuk tujuan kajian, ujian, atau percobaan. Untuk keempat tujuan tersebut diperlukaan keadaan/perlakuan system dinamis dengan menggunakan model komputer sehingga nanti dapat dievaluasi hasilnya dan diperbaiki kinerja sistemnya. Sedangkan menurut Schriber (1987), simulasi adalah satu pemodelan suatu proses atau system dengan cara tertentu supaya model tersebut bertindak seakan-akan system nyata terhadap peristiwa yang berlaku sepanjang masa.

Mengapa Mensimulasikan? Hal ini karena simulasi menyediakan suatu cara untuk memvalidasikan apakah keputusan yang dibuat itu sudah terbaik atau tidak. Dalam simulasi dapat dihindari pamaikan waktu yang lama, dan perusakan dalam menjalankan teknik uji coba kesalahan (try and error). Simulasi tidak hanya menyajikan sebuah cara dalam menganalisa prediksi formal saja, namun simulasi dapat bekerja dalam system yang kompleks. Dengan model komputer, simulasi dapat membantu membangun atau mencoba kebijakan operasi, proses, system, atau metode sebelum diimplementasikan secara nyata. Dan terakhir simulasi memberikan suatu percobaan dengan hasil hasil yang dapat diinovasikan atau cara berfikir diluar kotak atau “ouside the box”, dan ini sangat berguna dalam membantu sebuah problematika system untuk dicari penyelesaiaanya.

Image

Oleh karena simulasi adalah suatu replika dari kenyataan sebenarnya dengan skenario yang kita buat sedemikian rupa sehingga kita merasakan suatu ‘pengalaman’ dari suatu realitas atau kasus meskipun kita tidak harus mengalami realitas yang sebenarnya, maka tidak semua permasalahan system dapat diselesaikan dengan cara atau dengan bantuan simulasi. Ada petunjuk umum dimana simulasi itu diperlukan seperti keputusannya harus bersifat operasional, prosesnya harus didefinisikan dengan baik dan berulang-ulang, begitu juga aktifitas dan kejadiannya harus saling tergantung dan bervariasi, dan jangan sampai biaya yang dikeluarkan untuk membuat simulasi itu lebih besar daripada hasilnya.

Ditulis pada Simulasi & Pemodelan | Di-tag , | Tinggalkan Komentar

Program Manajemen SDM (Open Source)


OrangeHRM® adalah generasi terbaru sistem pengelolaan SDM (Sumber Daya Manusia) berbasis web. OrangeHRM® akan membantu anda dalam mengelola aset terpenting perusahaan, yaitu: Sumber Daya Manusia. OrangeHRM® sangatlah praktis digunakan dalam bisnis sebagai sebuah platform yang sempurna untuk melakukan re-engineering proses pengelolaan SDM dan mendefinisikan ulang alur kerja operasional para profesional SDM sebagai landasan baru pengelolaan SDM yang maju. OrangeHRM® dibuat berdasarkan arsitektur modular yang terdiri dari modul-modul berikut:

Lanjut membaca

Ditulis pada Dasar Manajemen | Di-tag | Tinggalkan Komentar

Pengukuran Kualitas Jasa


Untuk menganalisis kualitas jasa dapat dilakukan dengan mengkuantifikasi dimensi kualitas dengan menggunakan skala Likert pada kuesioner yang disebarkan kepada responden. Zeithaml, dkk. (1988) mengukur kualitas jasa dengan mengetahui perbedaan/gap antara harapan dengan persepsi pelanggan. Hal ini sesuai dengan definisi kualitas pelayanan, yaitu derajat perbedaan antara harapan pelanggan dengan persepsi pelanggan terhadap kinerja jasa yang diterimanya.

Berbeda dengan Parasuraman, dkk (1985), Cronin dan Taylor (1992) mengemukakan konsep SERVPERF untuk mengukur kualitas jasa, yaitu kualitas pelayanan secara langsung dipengaruhi oleh persepsi pelanggan terhadap kinerja. Konsep ini didukung juga oleh beberapa peneliti, yaitu Babakus dan Boller (1992), Teas (1994), dan sebagainya. Lanjut membaca

Ditulis pada Kewirausahaan | Di-tag | Tinggalkan Komentar

Dimensi Kualitas Jasa


Kualitas merupakan tingkat kesesuaian dengan persyaratan, dalam hal ini persyaratan pelanggan. Total quality service merupakan konsep tentang bagaimana menanamkan kualitas pelayanan pada setiap fase penyelenggaraan jasa yang melibatkan semua personel yang ada dalam organisasi (Handriana, 1998).

Beberapa dimensi kualitas jasa diteliti oleh banyak ahli. Parasuraman dkk. (1985) pada riset eksploratori mereka meneliti kualitas jasa dan faktor-faktor yang menentukannya. Mereka menemukan 5 dimensi kualitas jasa, yaitu: Lanjut membaca

Ditulis pada Kewirausahaan | Di-tag | Tinggalkan Komentar

Merubah Tampilan Notebook ASUS dengan Ubuntu


Jika kita bosan dengan tampilan layar depan Laptop ASUS dan termasuk dinamikanya, maka kita bisa menginstall di OS Ubuntu (versi 11.10) dengan GNOME dengan perintah installasi di Terminal (Tekan Ctrl + Alt + T)

sudo apt-get install gnome

Alternatif 2 adalah menambah Cairo Dock:

sudo add-apt-repository ppa:cairo-dock-team/ppa
sudo apt-get update
sudo apt-get install cairo-dock cairo-dock-plug-ins

Bagus lagi, coba dengan Xfce:

sudo apt-get install xubuntu-desktop

Dan yang paling bagus lagi best adalah dengan LDXE Desktop:

sudo apt-get install lxde
Ditulis pada Linux | Di-tag , , , , | Tinggalkan Komentar

Systems Thinking


Pertanyaan dimulai dengan mengapa ada kebutuhan untuk berpikir secara system dalam menghadapi banyak keputusan pada situasi saat ini? Dan mengapa metode analitik tradisional yang digunakan oleh para insinyur, ekonom, dan akuntan untuk 100 tahun terakhir tidak lagi memadai untuk solusi yang ‘benar’?

Peningkatan Kompleksitas dalam Membuat Keputusan Masa Kini.

“Kompleksitas” oleh WR Ashby, salah satu bapak dari pemikiran sistem modern, didefinisikan sebagai banyaknya informasi yang diperlukan untuk menggambarkan sesuatu (permasalahan), termasuk jumlah bagian dan keterkaitan mereka yang membentuk permasalahan tersebut ‘seluruhnya’. Lanjut membaca

Ditulis pada Filsafat Ilmu, Uncategorized | Tinggalkan Komentar

Stimulus Pemerintah AS untuk R&D dibidang Transportasi


Sektor transportasi adalah salah satu sektor yang menyerap energi dalam jumlah besar. Berbagai jenis kendaraan untuk transportasi masih didominasi dengan pemakaian logam seperti besi dan baja untuk kerangka beserta mesin konvensionalnya. Sektor inilah yang hingga saat ini masih rendah efisiensinya dalam mengkonversi bahan bakar menjadi energi kinetik.

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah seberapa besar kepedulian suatu negara terhadap masalah inefisiensi di sektor tersebut serta seberapa besar dana yang dipersiapkan untuk mengatasinya? Jawaban yang mungkin tepat untuk itu adalah dengan melihat langkah-langkah Amerika Serikat. Lanjut membaca

Ditulis pada Uncategorized | Di-tag | Tinggalkan Komentar

CONTOH PEMODELAN SYSTEM


Jika diketahui bahwa system itu adalah kumpulan elemen yang bekerja bersama untuk mencapai tujuan yang diharapkan (Blanchard:1991) maka system itu akan terdiri dari berbagai elemen yang membentuk satu kesatuan, kemudian ada interaksi saling ketergantungan dan kerjasama antar elemen, ia juga memiliki mekanisme/transformasi, dan ia akan memiliki lingkungan yang mengakibatkan atau yang terlibat dinamika pada system tersebut. Selain elemen pembentuk system tersebut, ada juga atribut yang membawa sifat atau perwujudan yang dapat dilihat dari elemen. Atribut ini yang membentuk ciri suatu system disamping relasi yang mengkaitkannya.

Contoh misalnya adalah pengadaan mesin pres (tekan) kapasitas 1000 KN ke pabrik kita jika diketahui bahwa biaya yang paling ekonomis adalah dengan mendatangkannya dari pabrik pembuatnya di Jepang, kemudian mengirimkannya ke Indonesia menggunakan transportasi laut, dan setelah sampai di pelabuhan bongkar barang tersebut diangkut menggunakan truk hingga peletakannya di pondasi dalam pabrik kita. Lanjut membaca

Ditulis pada Teknologi | Di-tag | Tinggalkan Komentar

Install Linux pada Laptop ASUS 14″ N43


Saya merekomendasikan menggunakan Ubuntu 11.10 (Oneiric Ocelot). Namun problem bagi kita nanti yang belum biasa dengan Linux adalah pada saat mengoptimalkan NVIDIA Card-nya. Saya menggunakan ASUS N43S 14″ dengan prosesor Intel Core i5 dan Video Card NVIDIA GeForce GT540M. Saya sebelumnya sudah mecoba menginstall NVIDIA driver dengan menghentikan lightdm, kemudian purge remove xserver-xorg-video-nouveau, dan sudo sh ./NVIDIA-Linux-x86_64-285.05.09.run namun masih bingung karena tidak ng-effect. Dan akhirnya ada cara lain dengan menginstall terlebih dahulu program pihak ke-3 yang dapat membantu pengoptimalan NVIDIA driver pada Laptop kita yang menggunakan Ubuntu 11.10, yaitu propgram ironhide/bumblebee.  Lanjut membaca

Ditulis pada Linux | Di-tag , , , | 3 Komentar

Revitalisasi Peran Universitas


Universitas hadir bukan sekedar jadi pajangan, melainkan bersama-sama dengan masyarakat menjadikan tata kehidupan. Itulah mengapa dalam tridharma perguruan tinggi tidak hanya ada pendidikan, penelitian, melainkan juga pengabdian kepada masyarakat. Segala bentuk ilmu dan kepandaian yang diajarkan dan ditularkan kepada mahasiswa bertujuan untuk diterapkan dan punya dampak positif bagi seluruh tata kehidupan masyarakat.

Sebuah universitas itu akan dipandang jika memiliki buah fikiran, gagasan dan pengembangan keilmuan yang dilakukannya. Di Perancis misalnya, ketika ada kereta cepat yang tergelincir, masyarakat betul-betul menyimak apa penjelasan ilmuwan mereka. Universitas menjadi rujukan karena meyakini bahwa pembangunan kereta cepat benar-benar berdasarkan kajian ilmiah. Lanjut membaca

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan Komentar

Padeye Design (0) – Design Basis


Padeye Design (0) – Design Basis.

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan Komentar