Formula Rasio Keuangan


No.

Jenis-Jenis Rasio

Referensi

Keterangan

A.

Liquidity Ratio {Rasio Likuiditas}

1.

Current Ratio {Rasio Lancar}

Current Ratio (CR) = Aktiva Lancar / Hutang Lancar X 100%

Aktiva Lancar : kas, surat” berharga, piutang, & persediaan.Hutang Lancar: hutang dagang, hutang wesel, hutang pajak, hutang gaji/upah, & hutang jangka pendek lainnya.

2.

Quick Ratio {Rasio Cepat}

Quick Ratio (QR) = Aktiva Lancar – Persediaan / Hutang Lancar

Menfokuskan pd komponen” aktiva lancar yg lbh lancar : surat” beharga, & piutang dihubungkan dgn hutang lancar atau hutang jangka pendek.

B.

Activity Ratio {Rasio Aktivitas}

1.

Receivable Turnover{Putaran Piutang}

 Receivable Turnover = Penjualan Kredit Bersih Setahun / Rata-Rata Piutang

Memberikan wawasan tentang kualitas piutang perusahaan {piutang dagang} & kesuksesan perushaan dlm mengumpulkan piutang dagang.

2.

Inventory Turnover{Perputaran Persediaan}

Inventory Turnover = Harga Pokok Penjualan / Rata-Rata Persediaan

Digunakan u/ mengukur efektivitas menajemen perusahaan dlm mengelola persediaan.

3.

Receivable Turnover in Day {Perputaran Piutang Harian}

 

Average Collection Period = Jumlah hari dalam Setahun / Pertukaran Piutang

Atau

Average Collection Period = Piutang X Jumlah Hari dalam Setahun / Penjualan Kredit

 

Digunakan u/ mengukur kemampuan perusahaan dlm mengumpulkan jumlah piutang dlm jangka waktu tertentu.

4.

Total Assets Turnover{Perputaran Aktiva}

Total Assets Turnove (TATO) = Penjualan Bersih / Total Aktiva

Digunakan u/ mengukur perputaran dari semua aset yang dimiliki perusahaan.

 C.

Leverage {Debt} Ratio {Rasio Hutang}

1.

Debt Ratio {Rasio Hutang}

Debt Ratio = Total Hutang / Total Aktiva

Digunakan u/ mengukur berapa persen perusahaan yg dibelanjai dgn hutang.

2.

Total Debt to Equity Ratio {Rasio Total Hutang terhadap Modal Sendiri/Equita}

Total Debt to Equity Ratio = Total Hutang / Total Aktiva

Perbandingan total hutang yG dimiliki perusahaan dgn modal sendiri (ekuitas)

D.

Profitability Ratio {Rasio Keuntungan}

1.

Gross Profit Margin

Gross Profit Margin  = Penjualan Bersih – Harga Pokok Penjualan / Penjualan Bersih

 

2.

Net Profit Margin(Marjin Laba Bersih)

Net Profit Margin = Laba bersih setelah pajak / Penjualan Bersih

Keuntungan penjualan setelah menghitung seluruh biaya dan pajak penghasilan.

3.

Return on Investment(ROI)

Return on Investment  = Laba bersih setelah pajak / Total Aktiva

 

4.

ROI dan Pendekatan Dupont

ROI EAT / Total Aktiva

 

5.

Return on Equity(ROE)

Return on Equity  = Laba bersih setelah pajak / Total Modal sendiri

Mengukur seberapa banyak keuntungan yg menjadi hak pemilik modal sendiri.

6.

Rentabilitas Ekonomis

Rentabilitas Ekonomis = Laba usaha atau EBIT / Total Aktiva

Mengukur kemampuan perusahaan dlm memperoleh laba usaha dgn aktiva yg digunakan u/ memperoleh laba.

Tugas 3 – MK Kewirausahaan 2 – Pemasaran


Dalam buku-buku tentang manajemen pemasaran banyak menyebutkan bahwa keberhasilan perusahaan mencapai tujuan dan sasaran perusahaan sangat di pengaruhi oleh kemampuan perusahaan memasarkan produknya. Tujuan perusahaan untuk dapat menjamin kelangsungan hidupnya, berkembang dan mampu bersaing, hanya mungkin apabila perusahaan dapat menjual produknya dengan harga yang menguntungkan pada tingkat kuantitas yang diharapkan serta mampu mengatasi tantangan dari para pesaing dalam pemasaran. Untuk ini dibutuhkan orang-orang yang dinamis yang mempunyai kreatifitas, inisiatif dan ulet untuk memimpin kegiatan bidang pemasaran agar perusahaan berhasil.

Rencana bisnis seringkali banyak merinci hal-hal yang ingin dicapai oleh seorang wirausahawan, misalnya keuangan, tetapi sedikit sekali yang memperhatikan strategi untuk mencapai sasaran-sasaran tersebut. Banyak wirusahawan yang menghambur-hamburkan tenaga dengan menge-rahkan dana, manusia, dan sumber daya lain untuk menjual produk dan jasa mereka hanya karena mereka gagal menetapkan strategi yang harus dilakukan untuk menarik dan mem-pertahankan basis pelanggan yang meng-untungkan.

Agar efektif, rencana bisnis yang baik harus berisi rencana keuangan dan rencana pemasaran. Seperti rencana keuangan, rencana pemasaran memproyeksikan angka-angka dan meng-analisanya, tetapi dari sudut pandang yang berbeda. Rencana pemasaran lebih memusatkan kepada pelanggan, karena rencana pemasaran mengidentifikasi pelanggan sasaran dan menguraikan cara-cara perusahaan menarik dan mempertahankan pelanggan. Fokus utamanya adalah meraih dan mempertahankan keunggulan bersaing untuk perusahaan.

Pemasaran (marketing) merupakan proses penciptaan dan penyampaian barang dan jasa yang diinginkan kepada pelanggan dan meliputi keinginan yang berkaitan dengan memenangkan dan mempertahankan pelanggan setia. “Rahasia” kesuksesan pemasaran terletak pada kemampuan memahami apa kebutuhan, permintaan, keinginan dan menyediakan layanan pelanggan, kenyamanan dan nilai agar mereka mau kembali lagi.

Menurut American Marketing Association, pemasaran adalah “the process of planning and executing the conception, pricing, promotion and distribution of ideas, goods and services to create changes that satisfy individual and organizational objectives”. Artinya pemasaran adalah proses dari perencanaan dan pelaksanaan dari konsep, harga, promosi, dan penyaluran ide-ide, barang dan jasa guna menciptakan perubahan yang memenuhi tujuan baik individu maupun perusahaan.

Dalam proses pemasaran tersebut terdapat unsur penciptaan, pengkomunikasian, penyerahan ke-pada pelanggan serta mengelola hubungan baik dengan pelanggan. Hal ini berarti konsep pemasaran telah berkembang menjadi suatu proses yang dilakukan perusahaan tidak hanya untuk memuaskan pelanggan, namun juga menciptakan nilai dalam benak pelanggan agar dapat mempertahankan pelanggan yang ada.

Pemasaran bagi pelanggan memiliki arti penting atas informasi, penyampaian nilai dan hubungan yang baik dengan perusahaan. Pelanggan akan mengetahui berbagai informasi dan referensi mengenai suatu produk maupun perusahaan melalui komunikasi pemasaran yang dilakukan.

Selanjutnya pelanggan mendapat nilai yang disampaikan dalam mengkonsumsi suatu produk dari perusahaan tersebut. Selain itu, pelanggan akan merasa lebih mengenal dan lebih percaya pada perusahaan yang menjalin hubungan baik dengan pelanggan.

Salah satu faktor psikologis penting yang secara fundamental mempengaruhi keputusan pem-belian oleh konsumen adalah motivasi.  Motivasi adalah dorongan yang timbul pada diri seseorang sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Seseorang memiliki banyak kebutuhan pada waktu tertentu. Beberapa kebutuhan bersifat biogenis; kebutuhan tersebut muncul dari tekanan biologis seperti lapar, haus, tidak nyaman. Kebutuhan yang lain bersifat psikogenis; kebutuhan itu muncul dari tekanan psikologis seperti kebutuhan akan pengakuan, penghargaan, atau rasa keanggotaan kelompok. Salah satu teori yang terkenal untuk mengambarkan kebutuhan-kebutuhan di atas adalah Teori Maslow.

Orang akan berusaha memuaskan dulu kebutuhan mereka yang paling penting. Jika seseorang berhasil memuaskan kebutuhan yang penting, kemudian dia akan berusaha memuaskan kebutuhan yang terpenting berikutnya. Teori ini berpesan bahwa, jika kita belum mampu memenuhi kebutuhan fisik, lupakanlah keinginan untuk memuaskan kebutuhan harga diri.

Dari teori di atas, tergambar bahwa kebutuhan merupakan salah satu faktor penting pada motivasi diri seseorang untuk melakukan suatu tindakan, termasuk  peranannya sebagai seorang konsumen. Tentang hal ini, telah banyak disampaikan oleh para master pemasaran, diantaranya oleh James F. Engel dalam bukunya Consumer Behavior, yang menyatakan bahwa mengerti dan mengadaptasi motivasi dan perilaku konsumen bukanlah pilihan – keduanya adalah kebutuhan mutlak untuk kelangsungan hidup kompetitif. Oleh karena itu, teori Maslow dengan tingkat-tingkat kebutuhan, memberi pengarahan terhadap para tenaga pemasar dalam memahami cara menentukan macam produk, dan menyesuaikannya dengan kehidupan konsumen.

Sebab kita berada di Indonesia, maka ada baiknya jika kita melihat guru pemasaran Indonesia sendiri, yaitu Hermawan Kartajaya. Beliau adalah Founder dan President MarkPlus, Inc. Pada tahun 2003 beliau disebut sebagai “One of the 50 gurus Who Have Shaped the Future of Marketing” oleh Chartered Institute of Marketing bersama sejumlah ikon pemasaran dunia seperti Philip Kotler, David A. Aaker, Seth Godin, Kenichi Ohmae, dan Al Ries.

Menurut Hermawan Kartajaya, pemasaran merupakan jawaban untuk menghadapi persaingan bisnis di masa depan. Dengan terus melakukan evolusi marketing, sebuah institusi dapat terus mempertahankan relevansinya di tengah lanskap bisnis yang terus berubah.

Menurutnya, konsep marketing saat ini terus berkembang dari waktu ke waktu. Globalisasi dan pesatnya perkembangan teknologipun mengharuskan perusahaan memiliki strategi marketing yang jitu. Ada 13 kunci yang harus diperhatikan semua pemasar, beliau menye-butnya dengan istilah game changer [pengubah permainan], seperti konetiktifitas, komunitas, konfirmasi, klarifikasi, kodifikasi, co-creation, mata uang, aktivasi komunitas, obrolan, komersialisasi, karakter, perhatian dan kolaborasi.

Dalam bukunya Hermawan Kertajaya on MARKETing, beliau membagi marketing menjadi 3 bagian yang terdiri dari outlook, arstiketur marketing, dan scorecard. Outlook adalah untuk menganalisa perubahan (change), competitor & pelanggan, serta perusahaan itu sendiri. Sedangkan dalam arsitektur marketing, disitu ada strategi, taktik dan nilai (value). Strategi terdiri dari segmentasi pasar, targeting dan positioning. Sedangkan dalam taktik ada deferensiasi, marketing mix, dan penjualan (selling). Dan dalam nilai (value) terdiri dari brand, service dan proses. Sedangkan dalam scorecard terdiri dari customer value, people value dan shareholder value.***

Tugas 2 – MK Kewirausahaan 2 – Komunikasi


Apa yang terjadi ketika dua kotak makanan ringan (snack) yang sama ditawarkan kepada anak-anak usia 3-7 tahun? Yang pertama, kotak polos dengan tulisan snack; yang kedua, kotak snack dengan gambar karakter Ipin & Upin. Hasilnya, bukan hal yang mengejutkan kalau hampir 95% dari anak-anak itu akan memilih gambar Ipin & Upin. Kenapa? Dalam buku The Fast Forward MBA Pocket Reference, 2nd Edition, tentang komunikasi, ini disebut dengan visual aid & non-verbal delivery dalam mengkomunikasikan sebuah produk kepada audiens anak-anak. Bagi anak-anak, apa yang ada di dalam kotak hanyalah satu bagian produk yang menarik buat mereka. Yang mereka cari adalah adalah keseluruhan gestalt[1], segala yang yang mereka dengar dan lihat tentang produk tersebut. Karena itu, biasanya yang paling menarik buat mereka, paling tidak pertama kali, adalah benda-benda premium yang ada dalam kotak atau karakter yang menyenangkan yang ada pada kotak produk tersebut.

Masalah komunikasi ini adalah inherent (melekat, dan sangat penting) terhadap kebutuhan manusia. Rasanya tidak mungkin seseorang hidup sempurna tanpa berkomunikasi dengan orang lain. Demikian halnya pada sebuah organisasi bisnis, komunikasi merupakan sumber kehidupannya.

Murphy & Peck: 1980 mengatakan, “effective communication is the lifeblood of every organization and a key to success in your business career as well as in your personal life”. Artinya, komunikasi merupakan “nadi sebagai sumber kehidupan” bagi setiap organisai dan merupakan kunci sukses dalam karir bisnis serta kehidupan pribadi seseorang.

Timbulnya situasi Economic of Relative Plenty dewasa ini, maka menuntut setiap pengusaha harus berusaha untuk dapat menutup jurang yang terbentang antara produsen dengan masyarakat konsumen selaku calon pembeli atau pemakai barang atau jasa yang dihasilkannya.

Menjadi tugas dan tanggung-jawabnya selaku seorang pengusaha untuk selalu dapat mempengaruhi besarnya permintaan akan barang hasil produksi perusahaannya, selalu berusaha untuk mencari pembeli dan pemakai barang yang dihasilkannya.

Penyelenggaraan komunikasi dengan pasar, merupakan suatu syarat mutlak bagi setiap produsen yang menghasilkan produk secara besar-besaran yang ditujukan kepada para konsumen yang tidak dikenalnya. Begitu juga dengan penyelenggaraan komunikasi dengan pasar juga berarti suatu syarat mutlak bagi setiap pengusaha yang ingin menjamin kelangsungan hidup perusahaannya dan agar dapat terus maju berkembang.

Dalam lingkungan dunia usaha, sudah tentu ada aneka sarana komunikasi perdagangan yang dapat dipergunakan para pengusaha untuk berkomunikasi dengan masyarakat konsumen. Adapaun sarana-sarana komunikasi perdagangan yang tersedia diantaranya adalah dalam wujud pengiriman brosur, pengiriman email, percakapan telepon, kunjungan pribadi, dan lain-lain.

Jenis-jenis sarana komunikasi perdagangan yang seperti itu sudah tentu hanya sesuai bilamana dipergunakan dalam daerah pemasaran barang dan jasa yang ruang lingkupnya terbatas dan mudah dijangkau.

Untuk berkomunikasi dalam suatu daerah pemasaran yang sangat luas, dimana calon konsumen kita jumlahnya beribu-ribu bahkan mungkin mencapai jutaan atau puluhan juta orang, disinilah kita memerlukan sarana komunikasi pemasaran khusus seperti periklanan. Karena periklanan dalam rangkaian usaha yang dilakukan setiap pengusaha merupakan suatu alat komunikasi produk yang bidang geraknya justru terletak dalam bidang komunikasi massa.

Kemudian daripada itu, sebagaimana kita ketahui, bahwa suatu usaha juga bisa merupakan suatu organisasi yang terdiri dari kumpulan orang dengan tujuan tertentu yang harus mereka capai melalui kegiatan seperti yang tertera dalam fungsi-fungsi manajemen. Sudah pasti kelompok orang ini memerlukan komunikasi, baik diantara sesama mereka secara horizontal maupun dengan pihak atasan – bawahan secara vertikal. Semakin komplek organisasi, maka semakin komplek pula jalur-jalur komunikasi yang terdapat didalamnya.

Ada jalur komunikasi internal yang terjadi didalam organisasi guna kelancaran jalannya roda organisasi seperi memotivasi para karyawan atau pegawai agar bekerja lebih effisien, adapula jalur komunikasi ekternal diluar organisasi, seperti hubungan dengan relasi, langganan, konsumen atau masyarakat pada umumnya.

Komunikasi internal sangat penting guna mendapatkan informasi yang tepat, menerima kejelasan tugas dan pengarahan, anggota organisasi juga perlu tahu akan kejelasan tujuan organisasi, prosedur, dan penjelasan lain-laian yang perlu dikonfirmasi dari perusahaan. Sedangkan komunikasi eksternal ini mempunyai daya jangkau jarak jauh, yang akan membentuk goodwill (nama baik), dan membentuk imajinasi reputasi baik dihati masyarakat.

Bagi perusahaan, reputasi adalah titipan kepercayaan dari masyarakat. Jadi jika perusahaan mengalami krisis kepercayaan dari publik maka akan membawa dampak negatif terhadap reputasi dan akan memerlukan usaha keras untuk menumbuhkan dan membangun kembali kepercayaan. Seperti misalnya yang pernah dialami oleh Pertamina DOH Jabati Cepu ketika mengalami krisis kepercayaan dari publiknya akibat kasus semburan gas di desa Sumber, atau PT. Lapindo Brantas dengan semburan lumpur panasnya di Sidoarjo, Jawa Timur. John Dalton dalam bukunya Managing Corporate Reputation mengatakan, “corporate image can be created, but corporate reputation must be earned”.

Oleh karena itu, kesuksesan paling atas dalam “ability to communicate” atau kemampuan berkomunikasi sangat penting, sehingga sangat berperan baik dalam karir seseorang atau terhadap sebuah organisasi usaha. Tanpa komunikasi, susah dapat dibayangkan bagaimana hidup ini berjalan. Tanpa motivasi sukar pula dilaksanakan kehidupan kita ini, dan tanpa kempemimpinan, maka arah hidup ini menjadi tidak menentu.

Chester Bernard dalam bukunya The Function of the Executive mengatakan bahwa “setiap teori organisasi yang tuntas, komunikasi akan menduduki suatu tempat yang utama karena suasana keluasan dan cakupan organisasi secara keseluruhan ditentukan oleh teknik komunikasi”.

Dari tulisan dan uraian diatas, jelaslah bahwa komunikasi sangat penting peranannya dalam dunia usaha dan kewirausahaan. ***

________

[1] Gestalt adalah sebuah teori yang menjelaskan proses persepsi melalui pengorganisasian komponen-komponen sensasi yang memiliki hubungan, pola, ataupun kemiripan menjadi kesatuan.

Tugas 1 – MK Kewirausahaan 2 – Strategi


Pendekatan secara keseluruhan yang berkaitan dengan pelaksanaan gagasan, perencanaan, dan eksekusi sebuah aktivitas dalam kurun waktu tertentu biasanya disebut dengan strategi. Adapun strategi yang baik sudah tentu akan ada koordinasi tim kerja, memiliki tema, mengidentifikasi faktor pendukung yang sesuai dengan prinsip-prinsip pelaksanaan gagasan secara rasional, efisien dalam pendanaan, dan memiliki taktik untuk mencapai tujuan secara efektif. Robert M. Grant mendifinisikan strategi juga dapat diartikan sebagai keseluruhan rencana mengenai penggunaan sumber daya-sumber daya untuk menciptakan suatu posisi menguntungkan sehingga perusahaan benar – benar bisa mencapai tujuan yang diinginkannya.

Dalam dunia usaha, kita banyak mengenal strategi bisnis seperti yang dikembangkan oleh Boston Consulting Group (BCG) dan kemudian digunakan oleh banyak perusahaan perusahaan Fortune 1000, atau strategi generik yang dikembangkan dan dikenalkan oleh Michael Porter, dan lain-lain.

Contohnya, Model strategi BCG (Boston Consulting Group), dalam menyusun suatu perencanaan unit bisnis strategi; ada pengklasifikasian terhadap potensi keuntungan perusahaan menggunakan matrik analisis portofolio bisnis sebagai langkah dalam perencanaan strategis yang didesain secara spesifik untuk mendorong usaha perusahaan multidivisi dalam merumuskan strategi tersebut. Mulai dari Tanda tanya (Question Mark) pada posisi pangsa pasar relatif yang rendah, tetapi mereka bersaing dalam industri yang bertumbuh pesat, Bintang (Star) pada posisi pertumbuhan pasar dan pangsa pasar tinggi, sampai pada Sapi perah (Cash Cow) diposisi pangsa pasar relatif yang tinggi tetapi bersaing dalam industri yang pertumbuhannya lambat, serta Anjing (Dog) dari organisasi memiliki pangsa pasar relatif yang rendah dan bersaing dalam industri yang pertumbuhannya rendah.

Sedangkan menurut Porter, pengusaha ingin meningkatkan usahanya dalam persaingan bisnis yang semakin ketat, perusahaan harus memilih prinsip berbisnis, yaitu produk dengan harga tinggi atau produk dengan biaya rendah, dan bukan memilih kedua-duanya. Disitu ada strategi diferensiasi, kepemimpinan biaya menyeluruh atau overall cost leadership, dan fokus. Starting point-nya adalah dari proses strategi generik ini adalah pasar, kompetisi dan pelanggan.

Contoh: PT. Pertamina Hulu Energi (PHE) merupakan anak perusahaan PT. Pertamina (Persero). Perusahaan ini menyelenggarakan usaha hulu di bidang minyak, gas bumi dan energi lainnya. Pendirian PHE, yang  resmi beroperasi sejak 1 Januari 2008, merupakan konsekuensi dari penerapan UU Migas 2001 yang membatasi satu badan usaha hanya boleh mengelola satu wilayah kerja saja. Untuk itu dalam mengelolah portofolio bisnis migas, PHE melakukan skema kemitraan dengan perusahaan dalam negeri maupun luar negeri dengan istilah participating interest (PI).

Dengan bentuk demikian, PHE diharapkan bisa terus berkembang, karena setiap ada Participating Interest baru, berarti ada anak perusahaan baru yang akan dikelola oleh PHE. Saat ini, PHE memiliki 36 anak perusahaan di dalam negeri, yang terdiri atas 9 anak perusahaan yang mengelola JOB-PSC (Joint Operating Body-Production Sharing Contract), 16 anak perusahaan pemegang Participacing Interests Division berupa Indonesia Participating Interests Division dan Pertamina Participating Interest, dan 9 anak perusahaan yang mengelola Production Sharing Contract – Gas Metana Batubara (PSC-GMB).

Sebagai perusahaan induk bagi seluruh anak perusahaan pemegang PI, telah membuat PHE memiliki peranan yang besar dalam peningkatan produksi Pertamina melalui optimalisasi produksi di lapangan yang dimiliki maupun akuisisi wilayah kerja eksplorasi dan produksi, baik di dalam maupun di luar negeri.

Untuk memperoleh keuntungan berdasarkan prinsip-prinsip pengelolaan secara efektif dan efisien.  Kegiatan PT. PHE dapat diuraikan sebagai berikut:

  • Menjalankan usaha pertambangan minyak dan gas bumi serta energi lainnya.
  • Melakukan Penyertaan saham dan kepemilikan PI di dalam dan di luar negeri
  • Menyelenggarakan kegiatan jasa konsultasi pengembangan bisnis dan manajemen portofolio.
  • Menyelenggarakan kegiatan usaha penunjang lain yang secara langsung maupun tidak langsung menunjang kegiatan usaha tersebut.

Berdasarkan kegiatannya, Wilayah Kerja Migas dapat dibagi dalam beberapa fase yaitu Exploration Phase, Development Phase, Primary Production Phase dan Secondary Production Phase. Saat ini sebagian besar aset PHE berada pada Primary Production Phase, sementara Exploration Phase dan Development Phase  masih sekitar 22%, untuk itu diperlukan lagi strategi usaha untuk meningkatkan produksi, antara lain dengan:

  • Percepatan siklus blok dari exploration phase ke development phase serta dari development phase ke production phase.
  • Program dan strategi akuisisi blok (eksplorasi, pengembangan, produksi) untuk menjaga sustainability atau kesinambungan produksi total PT. PHE
  • Peningkatan aplikasi teknologi Enhanced Oil Recovery atau EOR (secondary dan tertiary recovery) dari lapangan tua (brown field).

Contoh portofolio diatas adalah kombinasi antara strategi usaha pada posisi bintang (star) dengan pangsa pasar relatif yang tinggi dan tingkat pertumbuhan industri yang tinggi. Sudah seharusnya PHE menerima banyak tawaran investasi yang tinggi untuk mempertahankan dan memperkuat posisi dominan mereka. Kategori ini adalah pemimpin pasar namun bukan berarti akan memberikan arus kas positif bagi perusahaan, karena harus mengeluarkan banyak uang untuk memenangkan pasar dan mengantisipasi para pesaingnya seperti Perusahaan Gas dari Luar Negeri lainnya.

Kedua, dalam menghadapi persaingan yang cukup ketat dengan jumlah investasi yang tinggi, maka sudah barang tentu perusahaan dihadapkan kepada pilihan, yaitu produk dengan harga tinggi atau produk dengan biaya rendah. Hasil minyak dan gas bumi harus bijaksana dalam penggunaannya, maka perusahaanpun harus menentukan strategi korporasinya dengan tema pertumbuhan yang fokus pada usaha Migas di Dalam Negeri dan Selektif di Luar Negeri, dan cara PT. PHE agar setiap wilayah kerja migas yang dikelola dapat memenangkan persaingan (profitable) maka mereka harus meningkatkan keuntungan perusahaan melalui penambahan produksi melalui optimalisasi aset eksisting, pengembangan lapangan, kegiatan EOR dan kegiatan eksplorasi lewat optimalisasi biaya dengan melakukan evaluasi struktur biaya setiap aset dan mengurangi biaya produksi, harus ada pertumbuhan cadangan melalui kegiatan eksplorasi, menerapkan HSSE excellence, dan membangun SDM yang capable and competitive dalam pentas dunia. ***

Flaoting Heavy Lift Crane around the World


Typical are the Dutch designed and built sheerlegs, which can be lowered backwards for sailing the world oceans to remote areas. The very large semi-submersible Deepwater Construction vessels and a several monohull offshore construction vessels. For bridge construction as well as installation of wind turbine foundations there are some interesting floating cranes available.

The 1500 Tons floating sheerlegs “Matador 3″

It looks like a respectful bend to the 550 years old church tower of Dordrecht, The Netherlands, in reality the 1600 tons  floating sheerlegs Matador 3 is waiting for passing the railway bridge near Dordrecht. Photo : Piet van Roon ©

It looks like a respectful bend to the 550 years old church tower of Dordrecht, The Netherlands, in reality the 1500 tons floating sheerlegs Matador 3 is waiting for passing the railway bridge near Dordrecht. Photo : Piet van Roon ©

Below the 2400 tons floating sheerlegs Taklift 4, which is prepared for sailing large distance.

The 2400 tons Floating Sheerleg , the Taklift 4 in Guanabara Bay (Brazil)  Photo: Capt. Jan Plug

The 2400 tons Floating Sheerleg , the Taklift 4 in Guanabara Bay (Brazil) Photo: Capt. Jan Plug Read the rest of this entry

Menghitung BBM Kapal Laut


Dari Lecture on ship design and ship theory, Herald Peolhs, berat bahan bakar ditentukan sebagai berikut:

Wfo = (Pme.bme) x S/VS x 10-6  x ζ

Dimana :

Pme = BHP motor induk= 100 hp

bme = fuel oil Consumption = 22 L/hr

S = Radius pelayaran = 55,76 sea mill

Vs = Kecepatan kapal = 6 knot

ζ = harga tambahan (sisa tangki yang tidak bisa disedot, cadangan yang tidak bisa di sedot dan waktu tunggu).

= 1,1 ~ 1,3 diambil 1,2

Maka,

Wfo= (100 x 22) x (55,76/6) x 10-6 x 1,2

= 0,0245 ton

γdo = 0,85 ton/m3

maka volume tangki bahan bakar adalah:

Vfo = Wfo/ γdo

= 0,0245/0,85

= 0,02886 m3

= 28,86 Liter

dibulatkan menjadi 29 Liter

Berat bahan bakar motor bantu ditentukan dengan rumus pendekatan (Marine Design Outfitting Machinery) yaitu:

Wae = (0,1~0,2) x Wfo diambil

0,16

= 0,16 x 0,0245

= 0,0039 ton

Vae = 0,0039 x 0,85

= 0,0046 m3 atau = 4,6 Liter

=> (4,6 ltr/9,29 jam)/24 jam

=> 11,93 liter/hari

=> 11,93 x 3 = 35,77 liter/trip

atau = 36 Liter/trip

Total kebutuhan bahan bakar

= Vfo + Vae

= 29 liter /trip + 36 liter/trip

= 65 liter/trip

= 65/3 = 21,7 liter/hari ᴝ 22 liter/hari

Jadi kebutuhan bahan bakar = 22 liter/hari. Jika harga solar Rp.4500,-/liter, maka kebutuhan bahan bakar untuk 1 trip = Rp.297.000,-

 

Semester 7 Kuliah Teknik Industi


Image

Horeee…

Assalamu’alaikum kawan-kawan, tak terasa sudah semester 7 kuliah di Fakultas Teknologi Industri Universitas Borobudur Jakarta. Banyak hal baru yang saya dapatkan saat belajar di Universitas ini. Meskipun sedikit mahasiswanya (yang angkatan saya), namun Ilmu dan pengetahuan akademik yang saya dapatkan begitu banyak. Alhamdulillah, sebab Allah SWT benar-benar memberikan banyak waktu kepada saya, kesempatan dan juga rizki sehingga setiap awal dan akhir semester dapat membayar biaya kuliah. Tanpa itu semua, apalah artinya. betul tak tong?

Yang kedua, ini adalah posting saya yang baru setelah begitu lama tidak pernah posting di blog, karena kesibukan sebagai office boy (orang yang bekerja di kantor), dan juga sopir (atau sono sini mampir) sehingga baru kali ini dapat ketak-ketik lagi dalam blog yang sederhana ini. Banyak hal yang telah terjadi pada diri saya selama ini, dan yang paling penting adalah momentum sudah tibanya semester 7 kuliah di perguruan ini.

Tidak banyak SKS yang saya ambil di semester ini, karena pertama memang sudah habis, tinggal Kerja Praktik, Sistem Informasi, Perancangan Tata Letak Fasilitas, dan Tugas Akhir. Khusus Tugas Akhir (TA) saya masukkan di Semester 8, karena semester 7 ini sudah pasti banyak kegiatan diluar daerah. Oh ya, sama satu mata kuliah lagi yang semseter kemarin tidak lulus alias dapat nilai D, yaitu praktikum kewirausahaan. Haduh….

Mudah mudahan apa yang saya perjuangkan, insya Allah akan ada hasilnya, dan do’akan saya agar ilmu yang saya dapatkan dapat berguna dan bermanfaar bagi orang lain. Amiin…

Dimana Aku?


Aku kuatir terhadap suatu masa yang rodanya dapat menggilas keimanan. Keyakinan hanya tinggal pemikiran, yang tak berbekas dalam perbuatan. Banyak orang baik tapi tak berakal, ada orang berakal tapi tak beriman. Ada lidah fasih tapi berhati lalai, ada yang khusyuk namun sibuk dalam kesendirian. Ada ahli ibadah tapi mewarisi kesombingan iblis. Ada ahli maksiat rendah hati bagaikan sufi. Ada yang banyak tertawa hingga hatinya berkarat & ada yang banyak menangis karena kufur nikmat. ada yang murah senyum tapi hatinya mengumpat & ada yang berhati tulus tapi wajahnya cemberut. Ada yang berlisan bijak tapi tak memberi teladan & ada pelacur yang tampil jadi figur. Ada orang punya ilmu tapi tak paham. Ada yang paham tapi tak menjalankan. Ada orang beragama tapi tak berakhlaq. Ada orang berakhlaq tapi tak bertuhan. Ada orang pintar membodohi dan yang bodoh tak tau diri. Lalu, diantara semua itu, dimana aku berada?

(Ali Bin Abi Thalib R.A.)

During Ramadhan 1434 H


IMG_1322g

IMG_1465g

 

Photo Matahari


IMG_1307

IMG_1306 (lebih…)

Muhammad Burhanuddin


Handsome Guy di Bandara Sultan Hasanuddin

Di Makassar (Ujung Pandang)

Habis Umrah di Kantor Adhi Karya Makassar

Habis Umrah di Kantor Adhi Karya Makassar

Di rumah warga Pomala

Di rumah warga Pomala

Di Bandara Sultan Hasanuddin

Di Bandara Sultan Hasanuddin

Laporan Praktikum Proses Produksi


Alhamdulillah, hari ini Ujian Akhir Semester Genap 2012/2013 mulai dilaksanakan. Tidak terasa sudah Semester VI dan VIII. Tidak ada hari yang membosankan selama di campus. Mau susah, mau mudah semuanya sangat menyenangkan. Termasuk juga didalamnya adalah pada saat melaksanakan praktikum proses produksi. Univesitas Borobudur memang tidak memiliki laboratorium proses manufaktur/produksi yang lengkap, dan oleh karena itu kita pada saat itu melakakun praktikum di Universitas Dharma Persada yang kebetulan lokasinya tidak jauh dari rumah dan kampus. Kebetulan juga dosen pembimbingnya Pak Yefri Chan, MT juga dosen teknik kedua universitas tersebut, sehingga segala sesuatunya sangat mudah.

Berikut adalah photo-photo saat melakukan praktikum.

Duren Sawit-20130531-00387

Namun ada permasalahan yang sangat mengusik saya, yaitu tidak adanya inovasi baru dalam membuat ‘sesuatu’ yang lebih bermanfaat dan ada nilai jualnya. Namun demikian semuanya tidaklah mudah.

Berikut adalah Laporan Praktikum Proses Produksi sebagai referensi.

Duren Sawit-20130531-00382

Desain Gambar Kompling Flens dengan Google Sketchup (hanya untuk latihan)

praktikum flens2

Dengan Google Sketcup, Model 3D bisa dikonversi ke file AutoCad

Coupling Flens

Hasil Praktikum dengan mesin perkakas di Universitas Dharma Persada, Jakarta

Capture

Snap Shoot Saat Tidak Kerja


IMG_8310

IMG_0955-001

IMG_0882

IMG_1026merak

IMG_0892plm

IMG_1069

 

Program Manajemen SDM (Open Source)


orangehrm27OrangeHRM® adalah generasi terbaru sistem pengelolaan SDM (Sumber Daya Manusia) berbasis web. OrangeHRM® akan membantu anda dalam mengelola aset terpenting perusahaan, yaitu: Sumber Daya Manusia. OrangeHRM® sangatlah praktis digunakan dalam bisnis sebagai sebuah platform yang sempurna untuk melakukan re-engineering proses pengelolaan SDM dan mendefinisikan ulang alur kerja operasional para profesional SDM sebagai landasan baru pengelolaan SDM yang maju. OrangeHRM® dibuat berdasarkan arsitektur modular yang terdiri dari modul-modul berikut:

Modul Admin
Modul Admin adalah salah satu bagian dari sistem dimana seorang HR Manajer atau personil yang ditunjuk menjalankan semua tugas administrasi sistem. Ini meliputi pendefinisian stuktur perusahaan (company structure), golongan gaji (pay grade), proyek (projects) yang dijalankan dan informasi lain yang melayani sebagai tulang punggung dari seluruh sistem. Isu keamanan sistem diatur juga melalui modul ini dalam bentuk penetapan otorisasi pengguna (user).

Modul PIM
Modul inti ini mengelola semua informasi terkait karyawan yang relevan termasuk di dalamnya berbagai jenis informasi pribadi (personal information), rincian kualifikasi (detailed qualification) dan pengalaman kerja (work experience), informasi yang terkait dengan pekerjaan dan lain sebagainya. Foto karyawan juga dapat dimasukkan ke sistem dengan baik. Informasi yang ditampung dalam modul ini dimanfaatkan oleh modul-modul lainnya, sehinga mengurangi data yang mubazir dan saling tumpang tindih.

PIM-OrangeHRM-3.0

Modul ESS (Employee Self Service)
ESS adalah alat bantu yang ampuh untuk memberikan kemudahan bagi karyawan perusahaan guna melihat informasi yang relevan, seperti informasi pribadi, memperbarui data pribadi via web, mendaftar cuti (applying for leave) dan mengedit jadwal kerja pribadi tanpa merepotkan staf HR. Fungsionalitas modul ini terentang di seluruh sistem, menjadikan informasi tersedia setiap saat dimana pun. Tentu saja semua informasi ini tergantung pada kebijakan keamanan informasi perusahaan, dimana setiap orang hanya dapat melihat informasi sejauh batas hak dan otoritas yang ia miliki. Solusi fungsionalitas ini sangatlah menghemat waktu dan biaya.

Modul Cuti (Leave Module)
Sebuah modul pengelolaan cuti (leave) yang komprehensif dengan kemungkinan yang luas untuk mendefinisikan berbagai jenis cuti (leave types), libur perusahaan (company holidays) dan lain-lain. Modul ini menyediakan semua proses pengajuan cuti dan proses persetujuannya. Selain itu, modul ini dapat menampilkan informasi tentang hak cuti, sisa cuti, riwayat cuti dan lain sebagainya. Konsep berbasis web dan pelayanan mandiri (self-service) ini menyederhanakan berbagai prosedur cuti yang
saling berhubungan, mengurangi pekerjaan administratif, menghemat kertas dan biaya.

Modul Waktu Kerja (Time Module)
Modul ini mengotomatisasi proses yang terkait dengan penelusuran waktu (kerja). Modul ini membantu mencapai efisiensi dalam mengelola data tenaga kerja dan meningkatkan pengelolaan angkatan kerja. Modul waktu kerja memberikan kemudahan bagi karyawan untuk mendefinisikan dan mengisi jadwal kerja mereka sendiri yang dapat diterima/ditolak dan dimodifikasi oleh atasan mereka. Modul ini memiliki fungsionalitas untuk menelusur kehadiran karyawan, dimana karyawan dapat memasukkan waktu hadir kerja (punch in) dan waktu pulang kerja (punch out). Melalui modul waktu kerja ini karyawan dapat jam kegiatan (time events) yang terkait dengan proyek tertentu, dimana mereka bekerja dan administrator proyek dapat mengelola proyek dengan mudah melalui fungsionalitas yang ditawarkan melalui item laporan proyek.

Modul Laporan (Report Module)
Fitur ini menghasilkan beragam report yang dapat dirias sesuai dengan kebutuhan anda. Setiap nomor laporan dapat didefinisikan dengan memilih dari rentang sebuah kriteria pencarian dan field laporan. Definisi laporan dapat disimpan untuk menghindari pengerjaan yang berulang. Sekali sebuah laporan telah didefisinikan dan disimpan, tampilan laporan dapat dibuat dengan memasukkan kriteria data yang diminta.

Modul Pelacak BUG (Bug Tracking Module)
Pada setiap kesalahan atau ketidaksempurnaan sistem (bug) terjadi kala menggunakan sistem ini, bug tersebut dapat segera dilaporkan secara online dengan menggunakan modul Bug Tracker sehingga developer memperoleh masukan untuk memperbaikinya.

Modul Rekrutmen (Recruitment Module)
Modul ini memberikan kemudahan bagi perusahaan untuk memasang iklan lowongan kerja secara on-line di web dengan menggunakan fitur yang ada dalam sistem ini. Pemasang iklan dapat melakukan posting iklan dengan mudah, melacak progres pemrosesan pelamar hingga proses wawancara sampai proses penerimaannya. Sementara itu, pencari kerja dapat melakukan posting lamaran kerja mereka dalam format standar dan sederhana. Pemberitahuan kepada pencari kerja dapat diinformasikan dengan mudah melalui email.

Download Aplikasi disini

Praktikum Proses Manufaktur


Duren Sawit-20130531-00373

Duren Sawit-20130531-00372

Duren Sawit-20130531-00376

Duren Sawit-20130531-00378

Duren Sawit-20130531-00381

Duren Sawit-20130531-00377

Duren Sawit-20130531-00387

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 72 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: